Menu

Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019 Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah Daerah

  Dibaca : 185 kali
Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019 Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah Daerah
TANDA TANGAN— Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias menandatangani prasasti peresmian tiga unit gedung sekolah dasar sekaligus.

BUKITTINGGI, METRO
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019 dan menghantarkan Ranperda terkait transportasi darat. Dua ranperda itu, diantarkan secara resmi dalam rapat paripurna yang digelar DPRD Kota Bukittinggi, Senin (20/7).

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, dalam ranperda pertanggungjawaban APBD 2019, disampaikan bahwa pendapatan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 749 miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp 734 miliar lebih atau 98,00 persen. Sementara anggaran belanja daerah dan transfer tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp891 miliar lebih, dengan realisasi Rp 717 miliar lebih atau serapan anggaran sebesar 80,46 persen. “Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja diperoleh surplus sebesar Rp 17 milyar lebih,” ujar Ramlan.

Untuk pos pembiayaan daerah tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 142 miliar lebih, direalisasikan Rp 97 miliar lebih. Sehingga secara keseluruhan terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 114 miliar lebih.

“Dari yang telah dijabarkan dalam hantaran, saldo anggaran lebih tahun 2019 berjumlah Rp 95 miliar lebih. Saldo anggaran itu, tidak dijadikan seluruhnya menjadi penerimaan pembiayaan pada tahun 2019. Hanya sebesar Rp88 miliar lebih. Hal ini disebabkan pada saldo anggaran lebih tahun 2019, terdapat Rp 7 miliar lebih, merupakan jasa giro dana cadangan,” jelas wako.

Sementara itu, untuk ranperda tentang transportasi daerah, Wako menjelaskan, sesuai UU No 23 tahun 2014, tetang pemerintah daerah, ruang lingkup kewenangan pemda di bidang perhubungan meliputi lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), pelayaran, penerbangan dan perkeretaapian. Dari empat itu, Pemko Bukittinggi hanya ajukan ranperda terkait bidang LLAJ.

Saat ini diketahui banyak kendaraan yang keluar masuk Kota Bukittinggi, sering terjadi kemacetan. Sementara, juga banyak angkutan pedesaan dari Agam yang jalur trayeknya masuk wilayah administrasi Bukittinggi, sehingga menambah padatnya jalur lalu lintas. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu regulasi untuk mengatasi berbagai permasalahan dan persoalan yang timbul sebagai akibat pertumbuhan transportasi dimaksud.

“Ranperda yang diusulkan, memuat perencanaan transportasi, penyelenggaraan lalu lintas, angkutan orang, angkutan barang, pengujian berkala kendaraan bermotor, peremajaan kendaraan angkutan, terminal dan perparkiran, tarif angkutan, industri jasa angkutan umum, penyelenggaraan perkeretaapian, perizinan, SDM, forum lalu lintas dan angkutan, keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, penindakan pelanggaran, peran serta masyarakat, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan,” jelas Ramlan.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, menyambut baik hantaran dua Ranperda dari Wali Kota Bukittinggi. Keduanya dirasa sangat penting dalam keberlanjutan sistem pemerintahan.

“Terutama pertanggungjawaban APBD 2019, yang dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah. Bahkan tidak tertutup kemungkinan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan. Hal itu menjadi bahan untuk melakukan pembahasan anggaran ditahun selanjutnya. Kita di DPRD melalui masing-masing fraksi akan sampaikan pemandangan umum besok,” ungkap Herman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional