Menu

Paripurna Nota Jawaban Wali Kota Sawahlunto terhadap Ranperda APBD 2020, BUMD PT. WWS Nihil Pemasukan

  Dibaca : 149 kali
Paripurna Nota Jawaban Wali Kota Sawahlunto terhadap Ranperda APBD 2020, BUMD PT. WWS Nihil Pemasukan
PENJELASAN— Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menjelaskan Nota Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sawahlunto soal Ranperda pertanggungjawaban APBD 2020.

SAWAHLUNTO, METRO–DPRD Sawahlunto mengge­lar rapat paripurna Nota Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DP­RD Kota Sawahlunto terhadap nota pengantar Ranperda tentang Laporan Pertang­gungjawaban Pelak­sa­na­an APBD Kota Sawahlunto tahun 2020, Senin (5/7).

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengakui, ma­salah yang dihadapi BU­MD di Kota Sawahlunto yang paling mendasar adalah kekurangan ang­garan untuk terus dapat beroperasi. Di mana PT. WWS sejak terjadinya pandemi mengalami pe­nurunan pendapatan yang cukup drastis. Hal ini ka­rena adanya kebijakan dari pemerintah untuk menanggulangi perkem­bangan virus Covid 19 dengan menutup lokasi objek wisata.

Dengan adanya kebi­ja­kan ini, otomatis selama Maret hingga Juli 2020 PT. WWS tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Sementara pengeluaran wajib seperti gaji kar­yawan dan beban ope­rasional lainnya harus dikeluarkan setiap bu­lannya, sehingga kas pe­ru­sahaan mengalami minus.

Namun pada awal A­gus­tus 2020 pemerintah daerah membuka kembali PT. WWS dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun, dengan kondisi pandemi tetap tidak mak­simai dalam pencapaian pendapatan untuk menu­tupi biaya operasional. PT. LBS telah dinyatakan pailit oleh Kantor Akuntan Pu­blik pada tahun 2016.

Namun, untuk mela­kukan pembubaran harus ada kajian dari tim inde­penden yang menyatakan nilai aset dan nilai hutang, kemudian dilakukan kajian bekerjasama dengan Kan­wil Kemenkumham dan Kementerian Dalam Ne­geri (Mendagri) agar pro­ses pembubaran dapat terlaksana.

Untuk itu direnca­na­kan pada tahun 2022 akan dilakukan kegiatan kajian Tim Independen pada PT. LBS, demikian juga ter­hadap PT. BSM. PDAM sejak akhir tahun 2019 menunjukkan kinerja yang baik. Karena pada tahun 2019 PDAM membukukan laba sebesar Rp 430.000.­000. Namun, sesuai de­ngan Peraturan Walikota Sawahlunto No.60/2020 tentang Rencana Bisnis dan

laba PDAM, jika dana cadangan belum men­capai 20 persen dari total modal keseluruhan. Maka PDAM wajib menyisihkan dana cadangan tersebut dari laba yang didapatkan. Kenapa begitu, karena itu PDAM belum bisa memba­gikan laba sebagai devi­den kepada pemerintah kota.

BDC (Business Development Centre) sejak awal tahun 2018 telah dipin­dahkan pengelolaanya dibawah UPTD Dana Ber­gulir pada Dinas Koperin­dag. Sampai saat ini pe­tugas terus melakukan penagihan baik kepada nasabah yang lama mau­pun nasabah yang baru. Bagi nasabah yang lama dan pinjamannya telah jatuh tempo dilakukan rechedule pinjaman. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional