Close

Pariaman bakal Bangun Rumah Potong Hewan

CENDERA MATA— Wali Kota Pariaman Genius Umar serahkan cendera mata kepada tamunya dari Kementerian Pertanian (Kementan) saat berkunjung ke Pariaman kemarin.

PARIAMAN, METRO–Menindaklanjuti  kunjungan Wali Kota Pariaman, Genius Umar ke Kementerian Pertanian (Kementan) beberapa waktu lalu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kes­mavet) Kementan RI, Syamsul Maarif beserta rombongan balik mengunjungi Kota Pariaman.

“Hari ini kita mendam­pingi rombongan dari Kementan RI meninjau langsung kelapangan terkait rencana pembanguan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Desa Marabau, Kecamatan Pa­riaman Selatan ,” ujar Genius Umar, kemarin.

“Rumah Potong Hewan (RPH) ini adalah suatu ba­ngunan atau kompleks ba­ngunan dengan desain dan syarat tertentu yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan untuk menghasilkan daging bagi konsumsi masyarakat u­mum. Ada tiga kewajiban yang harus dipenuhi RPH dalam menjalankan kegia­tan­nya, yaitu persyaratan tek­nis, mutu pelayanan dan dam­pak lingkungan ,” ujarnya.

Genius menyebutkan, RPH merupakan tempat pemotongan daging dan menjadi salah satu bagian penting untuk menjamin ketersediaan daging yang layak untuk konsumsi ma­syarakat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Terkait rencana tersebut, pihak Pemko Pariaman saat ini sedang menyelesaikan pembebasan lahan dan infentarisir kelompok penerima.  “Kita akan sediakan tanah seluas 1,5 hektare untuk pemba­ngu­nan RPH, labor, pengolah kulit, kios daging, ipal dan sarana lainnya ,” jelasnya.

Selain itu, Pemko Pariaman juga meminta bantuan 1000 ekor sapi ke Kementan tersebut.

Usai meninjau kelapangan, rombongan langsung dijamu minum oleh wako di Hotel Safari Inn. Dalam kesempatan tersebut, wa­ko yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril menyerahkan kenang-ke­nangan berupa cendramata miniatur tabuik kepada Direktur Kesmavet Kementan, Syamsul Maarif. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top