Menu

Parah! Ibu dan Anak jadi Mucikari

  Dibaca : 1051 kali
Parah! Ibu dan Anak jadi Mucikari
MUCIKARI DITANGKAP— Pelaku berinisial H dan D yang merupakan ibu-anak ditangkap Polda Sumbar lantaran berperan sebagai mucikari bisnis prostitusi dengan memperdagangkan anak di bawah umur.

PADANG, METRO – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar menggerebek rumah yang dijadikan tempat prostitusi memperdagangkan anak di bawah umur di Jalan Adi Negoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Parahnya, praktek prostitusi itu didalangi oleh ibu dan anak dengan modus rumah kos-kosan dan menjual makanan.

Untuk perannya, sang ibu berinisial H alias Hel sebagai mami yang mengendalikan operasional binsis protitusi dan menerima semua uang hasil tersebut. Sementara anaknya berinisial D alias Suc berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan lima orang di dalam rumah tersebut. H (54) dan D (30) ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang wanita yang salah satunya merupakan anak di bawah umur ditetapkan sebagai korban kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Imam Kabut Satriadi mengatakan, terungkapnya kasus itu menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas prostitusi di lokasi itu dan bahkan menyediakan anak di bawah umur. Dari laporan itulah, kemudian dilakukan pendalaman hingga dilakukan penggerebekan.

“Ketika kita lakukan penggerebekan Jumat (10/1), kita amankan dua orang sebagai otak pelaku dari bisnis prostitusi itu. Selain itu, kita juga temukan tiga wanita yang diperkerjakan oleh kedua pelaku untuk melayani pelanggannya. Dua pelaku itu merupakan ibu dan anak,” kata Kombes Pol Imam, Senin (13/1).

Kombes Pol Imam menambahkan, aktivitas prostitusi yang dijalankan ibu dan anak itu sudah berjalan sejak empat sampai lima bulan belakangan. Para wanita yang dijual kedua pelaku kepada lelaki dengan bayaran rata-rata Rp 300 ribu. Dalam hal ini, lelaki yang memakai wanita tersebut menyerahkan uang kepada pelaku D dan kemudian diserahkan kepada pelaku H.

“Para wanita yang dijual tinggal di rumah itu. Uang dari hasil prostitusi digunakan pelaku H untuk membeli kebutuhan harian mereka di rumah tersebut dan sebagian diserahkan kepada para korban sebagian. H perannya sebagai mami dan anaknya D mencari wanita yang akan dipekerjakan maupun mencari pelanggan,” ungkap Kombes Pol Imam.

Selain itu, Kombes Pol Imam menjelaskan, agar masyarakat setempat tidak curiga dengan aktivitas prostitusi itu, pelaku menggunakan kedok kos-kosan dan menjual makanan. Sedangkan pelanggannya melakukan eksekusi di dalam rumah itu. Dari penggerebekan itu, pihaknya menyita barang bukti uang tunai Rp 219 ribu, pil KB, pakaian dalam dan tiga KTP.

“Kita akan terus dalami kasus ini. Korban atau wanita di bawah umur yang menjadi korban sudah kita mintai keterangan. Terhadap kedua pelaku akan dijerat dengan tindak pidana Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 76 jo psl 88 UU no 35 thn 2014 dan psl 2 Jo psl 17 UU no 21 thn 2007ttg Tindak Pidana Perdagangan Orang,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, penangkapan yang dilakukan Ditreskrimum berhasil mengungkap adanya praktek memperdagangkan anak di bawah umur dalam binis prostitusi. Parahnya, aksi itu dilakukan di kawasan yang ramai penduduk dan tentunya sangat merusak lingkungan.

“Pelakunya ada dua orang. Ibu dan anak yang perannya sebagai mucikari. Dari hasil pemeriksaan, ada beberapa wanita yang dipekerjakan di sana. Salah satunya wanita yang masih di bawah umur. Dengan adanya pengungkapan kasus ini, kita mengimbau masyarakat berperan aktif untuk melaporkan kepada kami jika menemukan adanya aktivitas prostitusi anak di bawah umur. Pastinya akan kami tindak,” pungkas Kombes Pol Satake Bayu. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional