Menu

Parah! Baju Tidur Tersingkap, Pencuri Perkosa Pemilik Rumah

  Dibaca : 12260 kali
Parah! Baju Tidur Tersingkap, Pencuri Perkosa Pemilik Rumah
Pencabulan - web

ilustrasi

PASAMAN, METRO–Ulah maling ”bau kencur” satu ini tidak bisa diampuni lagi. Dikot (22), warga Persamaan, Nagari Lansekkadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, nekat mencuri di rumah tetangganya. Namun, niat awal untuk mengambil barang berharga itu, berputar 180 derajat ketika ia melihat sosok tubuh wanita tengah tertidur dalam kamar. Baju tidur tersingkap, kamar remang-remang, membuat pemuda ini tergiur paha pemilik rumah.

Aksi Dikot pun berlancar sukses, karena saat kejadian berlangsung korban, LL (36) hanya tinggal seorang diri. Sang suami tengah berada di Kota Padang.

”Saya tergiur melihat dia (LL) tidur, sangat menggoda. Nafsu kelaki-lakian saya langsung naik, karena dia tidur hanya memakai celana pendek sepaha. Saya pun langsung buka celana,” kata Dikot saat dinterogasi polisi di Mapolsek Panti, Kamis (4/2).

Pemuda pengangguran ini berhasil dibekuk aparat kepolisian, Kamis (4/2) pagi, setelah korban dan suaminya menemukan sandal jepit pelaku tertinggal di teras rumah. Sandal jepit itu pula yang menjadi “kunci” kasus perkosaan yang juga menyebabkan korban mengalami luka-luka karena mulutnya dibungkam serta diancam pelaku.

Di hadapan penyidik, Dikot menceritakan kronoligis pemerkosaan terhadap LL yang terjadi 12 Januari sekitar pukul 01.00 dinihari WIB. Dikot berniat mencuri di rumah korban. Pelaku berhasil masuk ke rumah korban dengan cara membobol pintu dapur.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, Dikot menyisir ruang tengah. Saat itu korban LL diketahui sedang tertidur pulas di kamar seorang diri. Melihat kemolekan tubuh ibu dua anak ini, membuat syahwat pemuda ini memuncak.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung beraksi meniduri korban yang tengah ditinggal sendiri suaminya ke Padang. Seketika LL terbangun. Karena penerangan kamar tidak terang, korban tak mengetahui secara jelas wajah pelaku.

Korban diancam untuk tidak berteriak, mulut LL pun dibungkam. Pelaku yang sudah kerasukan setan, lalu merobek celana milik korban hingga terlepas. “Celananya saya robek, kedua tanganya saya pegang, mulutnya saya bungkam, dia tidak bisa apa-apa. Langsung saya begituin dia pak,” tutur tersangka sambil mengusap wajahnya.

Setelah puas menyalurkan hasratnya, tersangka kemudian kabur dari rumah korban. Korban yang sudah terbebas dari ancaman lalu teriak meminta pertolongan. Di saat itu pula, tersangka ini membawa kabur handphone milik LL.

Sandal Jepit jadi Bukti

Kapolsek Panti AKP Dasman melalui Kanit Reskrim Ipda Zulhendri mengatakan, korban sempat melawan, namun kalah tenaga. Akibatnya, korban hanya bisa pasrah disaat tersangka menjalankan aksi bejatnya itu.

”Kondisi korban sudah lemas. Baju dan celananya dirobek pelaku. Bibirnya mengalami luka robek dan lehernya lebam. Hasil visum juga positif, ada bukti kekerasan seksual,” kata Zulhendri.

Korban, kata Ipda Zulhendri, tidak langsung melaporkan kejadian itu. LL menunggu suaminya pulang dari Padang. Peristiwa pemerkosaan dan pencurian itu baru dilaporkan 18 hari setelah kejadian. ”LL baru melapor, pada Sabtu (30/1) ke Mapolsek ditemani suami,” jelas Ipda Zulhendri.

Usai menerima laporan korban, jajaran Polsek Panti langsung melakukan penyelidikan di kawasan tempat tinggal korban di Cengkeh, Nagari Panti, Kecamatan Panti. Akhirnya, polisi mengetahui tersangka sebagai pelaku tindak asusila berawal dari barang bukti sandal jepit milik Dikot tertinggal di rumah korban sewaktu beraksi. Dari sana, polisi mengembangkan kasus itu.

”Dari sandal jepit itu kami bekerja. Kebetulan korban tahu sandal itu milik Iwan, tetangganya. Dari Iwan (saksi) kita dapat informasi, dan diketahui sandal itu dipakai terakhir oleh tersangka,” kata Hendri.

Dikatakan, bahwa niat awal pelaku ke rumah itu untuk mencuri. Namun, karena melihat korban tertidur pulas sendiri, niat itu berubah pemerkosaan. Korban yang mengenali pelaku, semakin memudahkan tugas polisi. “Tersangka dijerat pasal berlapis, 285 KUHP dan 363 ayat 3e, dengan ancaman hukuman 12 tahun untuk pemerkosaan dan 7 tahun pencurian dengan pemberatan,” tegas Zulhendri SH.

Aksi pelaku, kata Zulhendri, tergolong nekat. Padahal, korban LL merupakan tetangga dekat dari saudara kandungnya. Dan tersangka ini sehari-harinya tinggal bersama kakaknya di kampung Cengkeh. Sekarang, pemuda bau kencur ini harus mendekam di balik jeruji besi. Tingkahnya tak hanya membuat keluarga malu, namun mengancam masa depannya. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional