Close

Parah! 7 Remaja Ngelem di Masjid

remaja-ngelem
Tujuh remaja yang tertangkap tertidur setelah menghisap lem di lantai II masjid, diamankan petugas Pol PP Padang, Sabtu (5/11) siang.

PADANG, METRO–Apa enaknya nge-lem? Mungkin pertanyaan itu dilontarkan petugas Sat Pol PP Kota Padang, ketika  mengamankan tujuh orang remaja yang sedang tidur-tiduran di lingkungan masjid di Jalan Cendrawasih, Kecamatan Padang Utara. Bukan sekadar tiduran, remaja ini juga asyik nge-lem, Sabtu (5/11) siang.

Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas Pol PP mendatangi masjid karena ada laporan banyaknya anak muda yang tidur-tiduran dengan gelagat aneh. Saat petugas datang, ada tujuh remaja sudah setengah tidur.

“Mereka menghisap lem, dan kemudia tertidur di lantai atas masjid. Kita mendapat laporan dari warga setempat, jika banyak anak muda masuk ke masjid dan bertingkah tidak wajar,” ungkap Komandan Kompi B Satpol PP Padang, Yusrianto, yang ikut dalam penangkapan.

Ketujuh remaja ini setelah dibangunkan, langsung dibawa ke Mako Sat Pol PP. Saat pemeriksaan, remaja putrid dan putra ini rata-rata masih di bawah umur. Yakni, Ts (16), warga Bungo Pasang, Bd (14), warga Parupuktabing, Ihsan (18), warga Parupuk Tabing, M Aldi (17), warga Tabing, Muaro Panjalinan, MP (15) warga Cendrawasih dan Rizky, (17) warga Ulak Karang.

“Sangat disayangkan sekali anak-anak kita yang masih muda melakukan perbuatan seperti itu. Nge-lem itu tidak baik dan seharusnya tak boleh dilakukan oleh mereka,” ungkap Plt Kasat Pol PP Padang Eddy Asri.

Selain menggelandang ketujuh remaja ini, petugas mengamankan beberapa potong celana dalam, rambut palsu, alat suntik, serta lem, dan obat-obatan penenang. “Seluruh remaja ini akan dikirim ke panti unit rehabilitasi  untuk pembinaan,” pungkasnya.

Selain mengamankan tujuh remaja, petugas juga menggelandang 1 pak ogah yang sering mangkal di depan UNP Padang. GS (14), warga Lapai dibawa ke Pol PP bersama enam anak jalanan.

Aktifitas ngelem menjadi sesuatu yang tidak asing bagi anak jalanan. Seperti narkoba, banyak sudah korban akibat penyalahgunaan lem tersebut, yang fungsinya sebenarnya untuk mengelem suatu barang. Kondisi tersebut kian hari makin memprihatinkan saja, aktifitas ngelem bukan hanya dilakukan oleh anak jalanan, malahan sudah merambah para pelajar yang masih sangat belia.

Aktifitas yang awalnya hanya coba-coba, dan berakhir menjadi candu yang sulit ditinggalkan. Sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak, sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak (Sudden Sniffing Death).

Seseorang yang ngelem atau menghirup uap lem hingga mabuk, efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya. Karena keasyikan ngelem ini kadang-kadang perut tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan. (d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top