Close

Pantau Makhluk Misterius,Tiga Camera Trap Dipasang BKSDA di Kabutan Agam

Tiga Camera Trap dipasang BKSDA Agam untuk memantau pergerakan makhluk misterius menurut masyarakat.

AGAM, METRO–Pasca kemunculan kembali makhluk misterius di Nagari Ampek Koto Palembayan Kecamatan Palembayan Agam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar melalui Resor Agam memasang camera trap (kamera penjebak) sebanyak tiga unit di lokasi kemunculan makhluk tersebut.

Kepala BKSDA Resort Agam Ade Putra menuturkan, bahwa pemasangan kamera itu dilakukan BKSDA setelah menerima laporan dari Jorong Palembayan Tangah, Khairul Amri yang menyampaikan,  ada beberapa warga yang bertemu dengan makhluk misterius dan ditemukannya beberapa jejak di beberapa titik.

Tujuan pemasangan sendiri adalah untuk mendapatkan gambaran visual makhluk yang sudah menghebohkan warga Nagari Ampek Koto Palembayan itu. Berdasarkan hasil identifikasi resor BKSDA Agam beberapa waktu lalu, diduga makhluk itu adalah jenis satwa beruang madu (helarctos malayanus) yang sedang melintas.

Sedangkan, keterangan warga menyebutkan makhluk itu berjalan seperti manusia, berbulu lebat dan berbau busuk. Hal ini menyebabkan warga mengaitkannya dengan kejadian gaib.

Terkait isu yang beredar di masyarakat, lanjut Ade,  tentang makhluk gaib, BKSDA tidak mau berkomentar dan tetap kepada kesimpulan hasil identifikasi lapangan dengan mengamati tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak dan cakaran yang ditemukan di lokasi kemunculan.

Sebelumnya Syofian (55) warga Gantiang, Jorong Pasa Palembayan, Nagari IV Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam mengakui dua kali bertemu dengan makhluk misterius saat melihat ternak sapi di belakang rumahnya pada malam hari.

Makhluk itu bertemu dalam jarak lima meter dan langsung menghilang sekitar 30 meter dari lokasi pertama ditemukan. Warga lainnya, Nofiko Hendri (50) mengatakan pihaknya melihat jejak mahkluk itu di pematang sawah miliknya,  Selasa (25/5).

Wali Jorong Palembahan Tangah, Khairul Amri mengakui, kemunculan makhluk itu semenjak beberapa bulan lalu. Keberadaan makhluk itu telah meresahkan warga di Lakuak, Balai Kamih, Kampung Lurah dan Gantiang.

Warga merasa resah setelah salah seorang warga atas nama Darwis melihat makhluk itu. “Darwis melihat makhluk itu berwarna hitam dan berbau busuk saat pulang dari warung,” kata Khairul. Akibat kejadian itu, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam Agam. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top