Menu

Panitia Daerah MTQ ke-XXVIII Nasional Dibubarkan, Gubernur Sumbar Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

  Dibaca : 103 kali
Panitia Daerah MTQ ke-XXVIII Nasional Dibubarkan, Gubernur Sumbar Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi
PENYERAHAN BONUS— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar Syaifullah, Ketua Harian LPTQ Sumbar, Damri Tanjung menyerahkan bonus.

PADANG, METRO
Dengan berakhirnya MTQ ke-XXVIII tingkat Nasional Tahun 2020, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengingatkan LPTQ Provinsi Sumbar, agar segera menyiapkan kafilah yang akan bertanding pada MTQ ke-XXIX tahun 2022 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). “Minggu depan harus siap latihan kembali, untuk persiapan dua tahun ke depan hadapi MTQ Nasional di Kalimantan Selatan,” tegas Irwan Prayitno saat Syukuran, Evaluasi, Penyerahan Bonus kepada Juara I, II dan III Kafilah Sumbar serta Pembubaran Panitia Daerah MTQ ke-XXVIII Nasional Tahun 2020, Rabu (2/12) di Gubernuran.

Irwan Prayitno menegaskan, bagi yang juara 1 MTQ Nasional tahun ini tidak otomatis jadi nomor satu yang langsung dikirim bertanding ke MTQ Nasional di Kalsel. Irwan Prayitno juga mengingatkan bagi yang juara II dan III dan harapan 1, II dan II agar juga mempersiapkan diri latihan dengan sungguh-sungguh untuk bisa berpeluang bisa dikirim berlomba ke MTQ Nasional di Kalsel nanti.

“Yang akan dikirim yang terbaik nantinya. Proses seleksi ini yang fair adil dan objektif, untuk memilih yang terbaik pada masanya untuk memilih yang terbaik,” tegas Irwan Prayitno.

Pada kesempatan itu Irwan Prayitno menyerahkan secara simbolis bonus kepada kafilah Sumbar yang meraih juara I, II dan III pada MTQ Nasional Tahun 2020. “Mengenai bonus ini, segera setelah penyerahan simbolis ini, bisa langsung ditransfer. Namun saya ingatkan, rapikan semua administrasi. Jangan ada yang tercecer, terkurang dan terlebih. Semua harus sesuai prosedur. Alek lah salasai jangan lupo cuci piring. Rapikan semuanya. Mari bersiap diri ke Kalimantan Selatan,” terang Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengatakan, MTQ Nasional tidak hanya syiar agama, tetapi juga marwah, harga diri dan kebanggaan Sumbar sebagai tuan rumah penyelenggara yang menerima ribuan tamu-tamu dari seluruh daerah di Indonesia.

Selain dampak syiar yang diperoleh dengan hadirnya ribuan orang ke Sumbar, juga dampak keuntungan ekonomi yang diperoleh. “Seluruh hotel di Sumbar penuh. Dampak lainnya terhadap UMKM yang laris manis. Banyak uang beredar di Sumbar selama penyelenggaraan MTQ,” terangnya.

Hadirnya MTQ Nasional di Sumbar merupakan hal yang sudah lama dinanti sejak 37 tahun silam. “Kita menanti cukup lama dan akhirnya terwujud berkat kerjasama dengan Kanwil Kemenag Sumbar. Kita bersama berulang kali ke Jakarta menyampaikan proposal dengan menyiapkan venue-venue yang bisa meyakinkan Kementerian Agama untuk jadikan Sumbar tuan rumah,” terangnya.

Rasa letih dan capek perjuangan jadi tuan rumah ini terobati dengan hadirnya MTQ Nasional di Provinsi Sumbar. Termasuk juga dengan pencapaian prestasi yang diraih. “Awalnya hanya berencana masuk lima besar. Tapi Allah SWT jadikan kita juara satu. Artinya kita selama ini punya potensi jadi juara umum. Dengan persiapan 29 kali latihan selama dua tahun. Wajar Allah SWT berikan hasil yang terbaik untuk kesungguhan yang kita lakukan,” ungkap Irwan Prayitno.

Pencapaian MTQ Nasional tahun ini berbeda dengan pencapaian MTQ Nasional saat di Medan Provinsi Sumut sebelumnya, “Kita di Medan tidak masuk 10 besar, karena kita latihan cuma tiga kali selama tiga bulan. Itu pun setengah hati latihan. Tapi jika kita sungguh sungguh serius, ternyata punya potensi besar,” terangnya.

Irwan Prayitno mengatakan, di penghujung jabatannya, dirinya bersama DPRD Provinsi Sumbar sudah menganggarkan APBD untuk kegiatan yang sama dua tahun ke depan. “Kalau sudah begitu, kita akan jadi unggulan ke depan. Kita punya potensi yang diasah asuh dan latih. Kita menyemangati memotivasi untuk latihan sungguh-sungguh. Karena kita sudah punya pengalaman jadi tuan rumah tahun ini. Dua tahun persiapan qori-qoriah kita berbarengan dengan dua tahun persiapan event,” terangnya.

Sebagai Gubernur Sumbar, dan atas nama masyarakat Sumbar, Irwan Prayitno mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam MTQ Nasional tahun ini. “Mudah mudahan jadi amal jariyah dan tabungan di akhirat. Secara event sukses, secara perlombaan kita berprestasi. Semua tamu yang datang senang karena membawa rendang pulang,” ungkap Irwan Prayitno.

Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar, Syaifullah mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional tahun ini berjalan baik lancar dan sukses. Tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan juga sukses di bidang prestasi, karena Kafilah Sumbar berhasil meraih juara umum dengan total nilai 79.

Atas pencapaian prestasi ini, bagi kafilah yang berprestasi juara I mendapatkan bonus Rp200 juta, juara I beregu (Rp250 juta), juara II (Rp150 juta) dan juara III (Rp100 juta). “Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumbar yang telah mendukung penuh penyelenggaraan MTQ Nasional. Termasuk juga sinergitas semua OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, Kanwil Kemenag Sumbar dan kabupaten kota, serta LPTQ se-Sumbar yang terlibat,” terangnya.

Ketua Harian LPTQ Sumbar, Damri Tanjung juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumbar yang telah berikan dana hibah, sehingga pembinaan dan TC kafilah dapat dilaksanakan secara maksimal. “Begitu besar anggaran yang disediakan, sehingga semuanya dapat dilaksanakan dengan baik. Mulai penjaringan hingga pemantapan latihan telah digelar sebanyak 29 kali. Dengan anggaran yang besar dapat lakukan pembinaan secara maksimal. Inilah yang mengantarkan kita meraih prestasi sekarang ini,” terangnya.

Damri Tanjung juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD Sumbar yang memberikan perhatian lebih terhadap LPTQ. Termasuk juga ucapan terima kasih kepada PMI Provinsi Sumbar yang menjaga kesehatan para kafilah agar tetap sehat selama bertanding.

Dengan kesuksesan ini, ke depan menurutnya, perlu dilaksanakan pencanangan Al Quran Center. Seperti yang dilakukan MTQ Nasional pada tahun 1983 silam. Di mana momentum MTQ Nasional saat itu sukses menghadirkan pembangunan GOR H Agus Salim.

“MTQ Nasional tahun ini juga membuahkan hasil pembangun Main Stadium yang diharapkan juga jadi Al Quran Center nantinya. Al Quran Center ini penting. Seperti yang dilakukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang memiliki Al Quran Center. Tanpa MTQ pun siap mengirimkan kafilah terbaiknya,” terangnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional