Close

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Gebyar Sumdarsin di Padang, Gubernur Optimis Target 70 Persen Vaksin Tercapai Akhir 2021

JUMPA PERS— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Kapolda Sumbar, Irjend Pol Teddy Minahasa Putra dan Sekdaprov Sumbar, Hansastri gelar jumpa pers, Selasa (2/11) di Istana Gubernur.

PADANG, METRO–Gebyar Sumatera Barat (Sumbar) Sadar Vaksin (Sumdarsin) perdana yang digelar Sabtu, 30 Oktober 2021 lalu serentak di 18 kabupaten kota, berhasil melebih target vaksinasi 100 ribu dosis di Sumbar.

Keberhasilan Provinsi Sumbar meningkatkan angka vaksinasi  secara nasional ini, mendapat perhatian pemerintah pusat. Hari ini, Rabu (3/11) Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Kota Padang, untuk menghadiri Gebyar Sumdarsin tahap II di GOR Agus Salim Padang.

Gubermur Sumbar, Mah­­­­yeldi Ansharullah me­nga­takan, kedatangan Pang­­­­lima TNI dan Kapolri me­­nyaksikan vaksinasi di Sumbar merupakan bentuk ke­­bersamaan Pemprov Sum­­bar dengan For­ko­pim­da, dalam menyuk­ses­kan vaksinasi di daerah ini.

Mahyeldi mengatakan, Sumdarsin kali ini ditargetkan dapat melaksanakan vaksinasi terhadap 100 ribu orang, dengan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten kota di Sumbar. Melalui Gebyar Sumdarsin, Sabtu, 30 Oktober 2021 lalu, dari target 100 ribu dosis vaksin, tercapai 105.367 dosis. Dengan pencapaian ini, pada 31 Oktober 2021, Pemprov Sumbar yang sebelumnya berada di posisi nomor dua paling bawah secara nasional, naik peringkat menjadi nomor sem­­bilan dari bawah.

Bersama Kapolda Sumbar dan Danrem 032/Wbr, Pemprov Sumbar menurut Mahyeldi, ingin mening­katkan persentase ca­paian­­­nya. Hingga 1 No­vem­­ber 2021, untuk dosis pertama vaksinasi sudah mencapai 36,90 persen dan dosis kedua 9,95 persen.

Dari 19 kabupaten kota di Sumbar, yang sudah mencapai target 70 persen yakni Kota Padang Panjang (78,23 persen). Sedangkan posisi terakhir, Kabupaten Agam, yakni 21,21 persen.

Untuk pelaksanaan Sum­­darsin kali ini, khusus di Kota Padang akan diturunkan 56 tim vak­sina­tor. Selain Sumdarsin di GOR Agus Salim juga didu­kung vaksinasi 100 orang per kelurahan di Kota Pa­dang.

“Kemudian juga diper­kuat dengan vaksinasi terhadap siswa dan siwi SLTA dan SLTP serta santri pondok pesantren. Jadi target Kota Padang itu besok (Ra­bu, 3 November 2021-red) sebanyak 20 ribu orang divaksinasi,” ungkap Mahyeldi, saat jumpa pers dengan awak media, Selasa, (2/11) di Istana Gubernur. 

Vaksinasi bertajuk Gebyar Sumdarsin ini juga menyediakan hadiah doorprize menarik dengan hadiah utama satu unit sepeda motor. Selain dihadiri langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri di GOR Agus Salim, pada kesempatan Gebyar Sumdarsin nanti Panglima TNI dan Kapolri juga akan berinteraksi dengan bupati dan wali kota se Sumbar.

“Jadi, Sumdarsin kali ini berjalan pukul 13.30 WIB dihadiri Panglima TNI dan Kapolri. Tapi sebelumnya, kegiatan vaksinasi sudah dimulai pukul 8.00 WIB,” terang Mahyeldi.

Selain menghadiri Sumdarsin, Panglima TNI dan Kapolri dalam agendanya ke Kota Padang juga meng­gelar rapat dengan Pemprov Sumbar bersama For­ko­pimda dan tokoh masya­rakat. Rapat membahas terkait capaian target vaksinasi dan persiapan antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Mudahan-mudahan dengan Gebyar Sumdarsin dengan target 100 ribu orang divaksin ini bisa tercapai. Sehingga Sumbar akan lebih baik lagi dalam pelaksanaan vaksin ke de­pan,” harapnya.

Sekretaris Daerah Pro­vinsi (Sekdaprov) Sumbar, Hansastri mengungkapkan, capaian vaksinasi di Pro­vinsi Sumbar selama ini ter­masuk sangat rendah. Bahkan, Sumbar hanya menduduki peringkat nomor dua terbawah setelah Provinsi Papua. Sekarang naik menjadi peringkat sembilan dari bawah.

Hansastri mengung­kapkan, Gubernur Sumbar bersama Kapolda Sumbar, Danrem 032/Wbr dan  For­kopimda Sumbar mening­katkan persentase vaksinasi dengan target akhir ta­hun sebesar 70 persen dapat tercapai. Salah satu caranya dengan Gebyar Sumdarsin yang diinisiasi oleh Kapolda Sumbar dan jajarannya.

Danrem 032/Wbr Brig­jen TNI Arief Gajah Mada, SE, MM mengatakan, pihaknya sedang gencar-gencarnya mewujudkan target capaian vaksin. Untuk pelaksanaan Gebyar Sumdarsin di GOR Agus Salim nanti, TNI menyiapkan 14 tim. “Kami juga sudah siapkan 3.500 dosis vaksin khusus di GOR Agus Salim saja. Sedangkan untuk seluruh Sumbar kami bersama Forkopimda ada di 196 titik,” terangnya. 

Brigjen TNI Arief Gajah Mada menambahkan, ada 1.360 orang vaksinator untuk pelaksanana Gebyar Sumdarsin nanti. Khusus TNI menyiapkan 140 vaksinator. “Semoga capaian vaksinasi ini bisa berhasil. Sehingga kita bisa mencapai herd imunity di Sumbar,” harapnya. 

Kapolda Sumbar, Irjend Pol Teddy Minahasa Putra mengakui apa yang dikerjakannya untuk memenuhi target 70 persen vaksinasi di Provinsi Sumbar pada akhir tahun 2021 tidaklah mudah. Karena menurutnya, star awal vaksinasi di Sumbar sejak dirinya bertugas di daerah ini, dimulai diangka 21 persen pada 1 September 2021 lalu.

Dengan adanya Gebyar Sumdarsin tahap pertama, saat ini pencapaian vaksinasi di angka 37,3 persen. Dalam analisanya, sekali gelaran kegiatan Gebyar Sumdarsin dengan target 100 ribu, pencapaian ekuivalennya hanya 2, 26 persen.

Apabila di bulan No­vem­ber digelar Gebyar Sum­darsin sebanyak enam kali, hanya akan bertambah 13,56 persen. Sehingga asumsi di akhir November pencapaian vaksinasi hanya 50, 58 persen. Jika ditambah capaian harian vaksinasi 35 ribu sampai 40 ribu, ekuivalennya hanya bertambah 1 persen. 

“Kita optimis akhir November capai 70 persen sesuai target yang ditetapkan Presiden RI, Joko Widodo. Setelah di angka 56 persen akhir November, maka untuk mencapai 70 persen dengan hanya waktu satu bulan butuh 14 persen lagi. Nah, di sisa satu bulan ini kita harus menguras otak dan tenaga mencapai 14 persen ini,” terangnya.

Irjend Pol Teddy menambahkan ada tiga faktor yang dapat menentukan pencapaian vaksinasi ini. Pertama pengerahan massa yang didasari kesadaran vaksin memang menjadi kebutuhan. Kedua, kesiapan tim vaksinator. “Sa­ya rasa tenaga vaksinator kita cukup memenuhi syarat. Saya melatih 60 orang vaksinator. Ditambah 20 vaksinator bantuan dari Polri,” terangnya.

Ketiga, ketersediaan vak­sin. Diakuinya ketersediaan vaksin saat ini masih minim. Kondisi ini terjadi karena kebijakan pemerintah pada bulan Mei hingga Juli fokus penyediaan vak­sin di Pulau Jawa dan Bali. “Namun, kita tidak bisa berdalih, kecuali kerja ke­ras. Forkopimda di bawah kepemimpinan Gubernur Sumbar seka­rang berjalan sinergi dengan baik,” ungkapnya.

Irjend Pol Teddy  mengungkapkan selama dua bulan bertugas di Sumbar dirinya tidak menemukan adanya isu-isu yang mengatakan ada kendala struktural dan kultural dalam melaksaakan program vak­sinasi. \

 “Yang ada masyarakat Sumbar cerdik, cendekia dan religius. Mudah diberi pengertian dan diajak ke arah yang baik. Buktinya, dengan angka 21 persen hanya dlaam dua bulan bisa mencapai 37 persen. Pencapaian ini mengagetkan provinsi lain,” ungkapnya. (ADP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top