Menu

Pandemi, Realisasi PBB Justru Melejit, Capaian Pajak Hiburan Rendah

  Dibaca : 367 kali
Pandemi, Realisasi PBB Justru Melejit, Capaian Pajak Hiburan Rendah
Al Amin, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang,

M YAMIN, METRO
Di tengah pandemi Covid-19 yang telah membuat “oleng” perekonomian masyarakat, justru hal mengejutkan terjadi. Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sepanjang tahun 2020 kemarin malah melejit. Bahkan angkanya melebihi kondisi normal.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Al Amin kepada POSMETRO. Ia mengatakan, realisasi PAD dari PBB sepanjang 2020 kemarin mencapai Rp 62 miliar lebih. Padahal di tahun 2019 lalu, pada saat perekonomian masyarakat masih stabil, pencapaian PAD hanya Rp 60 miliar. Bahkan jika dilihat, angka pencapaian PBB di tahun 2020 pun tercatat sebagai angka tertinggi sejak Dispenda atau Bapenda ada.

“Ini sangat luar biasa. Di saat pandemi, ekonomi masyarakat morat marit, pencapaian PAD hingga Rp62 miliar lebih. Paling tinggi jika dilihat dari pencapaian pencapaian sebelumnya,” tandas Al Amin.

Menurut Al Amin, tingginya pencapaian itu tak lepas dari tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat membayar pajak. Selain itu juga disebabkan karena kegigihan petugas Bapenda untuk menagih pajak ke lapangan setiap harinya.

Tak hanya PBB, rekor tinggi juga dicapai pada realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Di tahun 2020 realisasinya sebanyak Rp68 miliar. Sementara jika dibandingkan dengan tahun 2019 hanya Rp 62 miliar.

“Kita bersyukur perolehannya tinggi. Hal ini tentu saja kita harapkan bisa mengimbangi perolehan pajak yang lain yang mandek karena musibah Covid-19,” sebut Al Amin.

Ia mencontohkan pada pajak hiburan yang agak kurang. Sebab selama beberapa waktu di tahun 2020 lalu, semua tempat hiburan diminta tutup karena aturan physical distancing. Bahkan sampai sekarang pun, bisnis hiburan menurutnya juga belum terlihat bagus.

“Kita berharap pandemi ini bisa segera berlalu. Sehingga dunia usaha kembali hidup dan berkembang. Karena nantinya juga akan berpengaruh pada perolehan pajak kita,” tukas Al Amin.

Secara umum menurutnya, perolehan pajak daerah sepanjang tahun 2020 adalah sebesar Rp499,5 miliar atau 75,20 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp664 miliar. “Pada awalnya kita ragu bisa mencapai angka Rp 499,5 miliar karena situasi tak memungkinkan. Tapi alhamdulillah ternyata bisa,” beber Al Amin. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional