Menu

Pandemi, PAD Dinas Pariwisata Ditarget Rp 2 M

  Dibaca : 108 kali
Pandemi, PAD Dinas Pariwisata Ditarget Rp 2 M
PANTAI PADANG— Objek wisata Pantai Padang merupakan salah satu pemasukan bagi Dinas Pariwisata untuk pencapaian Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan Pemko Padang tahun ini.

JATI, METRO
Di tengah pandemi Covid-19 yang belum reda dan ikut mengguncang sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Padang berupaya mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ditetapkan Pemko. Tahun ini Dinas Pariwisata ditargetkan PAD Rp 2 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas Pariwiasata Kota Padang, Ishaq, menjelaskan sampai Maret 2021 ini, realisasi PAD baru mencapai angka Rp 24 juta. PAD yang dipungut Dinas Pariwisata berasal dari empat titik. Yakni, sewa Lapau Panjang Cimpago (LPC), objek wisata sekitar pantai padang, WC umum dan Gunung Padang.

“Empat objek ini penghasil PAD untuk Dinas Pariwisata,” ujar Ishaq, Selasa (30/3).

Ia mengatakan, pendapatan dari empat objek itu yang dipungut dari retribusi karcis. Sistem pemungutan beraneka ragam. Ada yang perhari, per bulan dan per tahun.

PAD penghasil tertinggi lanjutnya terdapat di objek retribusi wisata Gunung Padang, yakni Rp1.450.000. Sedangkan pada LPC baru Rp450.000. Sementara pada objek lainnya masih rendah pencapaiannya.

“Kita akui pencapaian dari pungutan retribusi karcis menurun dratis karena pendemiCovid-19 ini. Semua gerak dibatasi. Meski saat ini sudah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun sektor pariwisata belum pulih,” ulasnya.

Dijelaskan Ishaq, di di 2020 lalu, target PAD yang Pemko sebesar Rp1 miliar dan hanya terealisasi Rp 530 juta.

“Dinas Pariwisata Padang akan terus berupaya mencapai target yang diberikan dengan berbagai cara,” paparnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry meminta Dinas Pariwisata untuk saling koordinasi dengan OPD terkait dalam mengelola pariwisata. Agar PAD bertambah dan kemajuan wisata terlihat.

“Sinergisitas antar OPD harus dijalin dalam memajukan wisata,” ujar kader Demokrat ini.

Selanjutnya, penataan lokasi perlu dilakukan dengan baik. Agar pengunjung senang dan lalu lintas tidak semrawut. “Dinas mesti menata dengan representatif. Jangan asal-asalan,” pungkasnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional