Menu

Pandemi Covid-19 Menjadi Faktor Berkurangnya Kejahatan

  Dibaca : 381 kali
Pandemi Covid-19 Menjadi Faktor Berkurangnya Kejahatan
Polres Pasaman saat menggelar press conference akhir tahun 2020.

PASAMAN, METRO
Polres Pasaman meng-gelar press conference terkait laporan kinerja selama tahun 2020. Mulai dari laporan Gangguan Kamtibmas (GK) dan lalu lintas, serta penyelesaiannya kasus selama rentang waktu bulan Januari hingga Desember 2020.

Press Conference dilaksanakan di aula Mapolres setempat, Kamis (31/12) malam.

Data gangguan Kamtibmas selama tahun 2019 lalu  sebanyak 279 kasus, yang selesai baru 163, tunggakan 116 kasus, sementara jumlah tahanan sebanyak 80 orang dengan persentasi penyelesaian 58,42%, sedangkan tahun 2020 kemarin ada sebanyak 187 kasus, yang selesai 164 kasus, tunggakan 23 kasus, jumlah tahanan 41 orang, dengan persentasi penyelesaian 87,70%.

“Trend gangguan Kamtibmas di tahun 2020, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sekita 32,97% dan penyelesaian perkara naik dari tahun sebelumnya sebesar 0,61%,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah dalam keterangan persnya.

Pengaruh pandemi Covid-19, kata dia, merupakan salah satu faktor penyebab berkurangnya angka tingkat kejahatan di Pasaman.

Dijelaskannya Kapolres, dari 37 jenis kasus yang ditangani Polres Pasaman selama tahun 2020, terdapat beberapa kasus menonjol karena kejadiannya yang berulang-ulang. Diantaranya, yang menjadi perhatian dan atensi Polres Pasaman seperti curat sebanyak 34 kasus, penganiayaan berat sebanyak 31 kasus, penganiayaan ringan sebanyak 26 kasus, penganiayaan (kekerasan) bersama-sama sebanyak 17 kasus dan curanmor sebanyak 12 kasus.

Kemudian, tambah Kapolres, data pengungkapan kasus narkoba selama tahun 2020 yakni sebanyak 30 kasus, yang selesai 29 kasus, tunggakan 1 kasus dalam proses sidik, jumlah tahanan 47 orang dengan barang bukti (BB) ganja 554.827,48 gram dan BB sabu 1.069,70 gram, yang persentasi penyelesaian 96,67%. Trend pengungkapan kasus Narkoba mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 42,86% dan penyelesaian kasus juga mengalami peningkatan sebanyak 45%.

Untuk lalu lintas sendiri pada tahun 2020, jumlah laka di Pasaman sebanyak 115 kasus, selesai 94 kasus, tunggakan 21 kasus, meninggal dunia 35 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 117 orang dengan kerugian materil Rp. 165.200.000,-. Persentasi penyelesaian 81,74%. Kemudian, jumlah tilang 3.500, jumlah teguran 842, jumlah vonis 3.280 dan jumlah denda Rp. 462.723.000,-. Trend laka lantas selama 2020 mengalami penurunan dari tahun 2019 sebanyak 28,84%, begitu juga perkara penyelesaian laka lantas mengalami penurunan sebanyak 38,05%, sedangkan tilang dan teguran mengalami peningkatan,” terang Kapolres.

Kapolres Pasaman juga menyebutkan, selama tahun 2020 Polres Pasaman telah melaksanakan Operasi Kepolisian sebanyak 19 kali, baik Operasi Kepolisian Terpusat maupun Operasi Kepolisian Kewilayahan. Dari 19 Operasi Kepolisian tersebut, sebanyak 17 telah dilaksanakan, sedangkan 2 Operasi lagi sedang berjalan yaitu operasi Lilin Singgalang 2020 dan operasi Mantap Praja Singgalang 2020.

Pada tahun 2020, Polres Pasaman juga mendapatkan bantuan dana hibah dari Pemda Pasaman guna mengamankan Pilkada serentak tahun 2020.

“Polres Pasaman menggunakan anggaran hibah dari Pemda tersebut, guna pengamanan mulai dari tahapan pendaftaran calon hingga tahapan penetapan calon terpilih nantinya yang akan digelar KPU Pasaman,” jelas Dedi.

Kapolres Pasaman dalam kesempatan itu menegaskan, bahwa penyebarluasan informasi tentang Covid-19 harus selalu digalakkan demi meningkatkan kewaspadaan serta kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19.

“Kami senantiasa menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun serta hindari kerumunan. Hal ini tentu saja dilakukan guna pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harap Kapolres. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional