Menu

Pandemi Covid-19, Banyak Potensi Pertanian yang Bisa Dikembangkan

  Dibaca : 311 kali
Pandemi Covid-19, Banyak Potensi Pertanian yang Bisa Dikembangkan
Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi Bersama menanam tanaman jahe.

TANAHDATAR, METRO
Berbagai potensi pertanian banyak yang dapat dikembangkan dalam membantu perekonomian masyarakat terutama dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Namun, kuncinya asalkan ada kemauan dan mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada, seperti pembudidayaan komoditi jahe yang dilaksanakan hari ini.

Hal ini diungkapkan Bupati Tanahdatar diwakili Kadis Pertanian Yulfiardi di hadapan Pembina Kelompok Tani (Keltan) Milenial yang juga anggota DPRD Nurhamdi Zahri, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Masni Yuletri, Kabid Holtikultura Sri Mulyani, anggota Keltan Milenial Anak Nagari pada acara penanaman perdana Jahe di Keltan Milenial Anak Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Selasa (10/11).

“Jahe merupakan komoditi pertanian yang banyak dicari dan dimanfaatkan sebagai salah satu bahan rempah untuk meningkatkan imun tubuh, sehingga hasil pertanian ini akan mudah dipasarkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Tanaman yang dibutuhkan masyarakat ini bisa dipanen sekitar 7 bulan dan untuk pembibitan butuh 10 bulan,” ujar Yulfiardi.

Yulfiardi menambahkan, dalam pengembangan dan pelaksanaan, pelaku pertanian hendaknya memanfaatkan kemajuan teknologi dan menerapkan dalam bertani agar pekerjaan menjadi lebih mudah dan hasil semakin meningkat. “Atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan apresiasi terhadap antusias Keltan Milenial Anak Nagari ini dalam mengembangkan jahe ini yang baru memanfaatkan lahan seluas 0,5 hektar, semoga nantinya bisa meningkatkan perekonomian para anggotanya ke depan,” tukas Yulfiardi.

Nurhamdi Zahri, Pembina Keltan yang juga anggota DPRD menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan perhatian pemerintah daerah kepada Keltan Anak Nagari Pagaruyung. “Keltan ini sudah berdiri semenjak tahun 2015 lalu dan miliki lebih kurang 20 hektar lahan dan telah dikelola dengan berbagai macam komoditi pertanian lainnya seperti cabai dan lain,” ujarnya.

Namun, tambah Nurhamdi, ke depan hendaknya pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan lainnya ke Keltan di Pagaruyung, karena Pagaruyung tidak hanya memiliki pariwisata saja, namun juga memiliki potensi pertanian yang layak juga untuk diperhatikan. “Alat teknologi untuk membantu para petani mengolah pertanian sangat kami butuhkan, saat ini kita baru mengandalkan cangkul, namun ke depan tentunya kita berharap menggarap tanah sudah dengan mesin,” tukasnya.

Selepas itu Kabid Holtikultura Sri Mulyani dalam bincang dan tanya jawab bersama anggota Keltan menyampaikan, Tanah Datar merupakan salah satu sentra kawasan pengembangan holtikultura terutama sayuran termasuk jahe. “Saat ini luas lahan pengembangan jahe di Tanah Datar baru ada sekitar 23 Hektar, namun melihat potensi tingginya permintaan dan harga relatif stabil, komoditi ini layak untuk dikembangkan,” katanya.

Sebagai langkah nyata mendukung itu, tambah Sri, dan sekaligus turut membantu peningkatan perekonomian masyarakat terutama anggota kelompok tani, Pemkab melalui Dinas Pertanian juga membantu Keltan yang dinilai memiliki potensi dan kemauan untuk berusaha. “Untuk Keltan Milenial Anak Nagari Pagaruyung ini kita membantu 500 Kg benih jahe gajah, 8 ball mulsa dam 2.500 kompos untuk 0,5 hektar lahan, semoga ke depan budidaya jahe ini berhasil dan Dinas Pertanian melalui Petugas Penyuluh Lapangan siap membantu kalau ada kendala ke depannya,” ujar Sri. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional