Menu

Pandemi Corona, Andre Rosiade Minta Gubernur Sumbar Liburkan Sekolah

  Dibaca : 3151 kali
Pandemi Corona, Andre Rosiade Minta Gubernur Sumbar Liburkan Sekolah
Andre Rosiade

PADANG, METRO–Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade meminta Gubernur Irwan Prayitno meliburkan aktivitas sekolah di Sumbar mulai Senin (16/3) selama sepekan atau dua pekan. Pasalnya, saat ini Novel Coronavirus (COVID-19) telah menjadi pandemi (mewabah luas) dunia. DKI Jakarta sudah mengambil keputusan yang sama dengan meliburkan sekolah, juga aktivitas lokasi wisata.

“Kami minta Pak Gubernur segera mengeluarkan SK libur sekolah dan juga menutup lokasi-lokasi tempat hiburan dan wisata untuk sementara. Karena, saat ini COVID 19 ini tidak sekadar isu saja, tapi sudah mewabah sampai ke Sumbar. Kami juga mendengar di RSUP M Djamil Padang ada yang meninggal, meski belum dipastikan terkena Corona atau MERS usai pulang umrah,” kata ketua DPD Gerindra Sumbar ini, Sabtu (14/3) sore.

Andre juga meminta Pemprov Sumbar memberikan imbauan juga kepada Bupati dan Wali Kota di 19 Kabupaten/Kota di Sumbar untuk hal yang sama. Selanjutnya mengerahkan semua tenaga untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi keramaian, seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pelabuhan, serta terminal-terminal. Begitu juga dengan tempat-tempat ibadah yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.

“Pekan lalu kami sudah mengecek BUMN yang bergerak di bidang kesehatan, PT Kimia Farma di Jalan A Yani Padang. Manajemen menyebut, stok masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan cukup. Tentu dengan aturan jangan membeli banyak, satu orang maksimal satu pembelian. Karena kalau dibeli banyak, takutnya stok tak mencukupi,” kata anggota Komisi VI DPR yang bermitra dengan BUMN ini.

Andre menegaskan, permintaannya itu bukanlah pertanda panik terhadap COVID 19, melainkan untuk berjaga-jaga. Apa salahnya meliburkan sekolah seperti yang dilakukan di berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota lain di Indonesia. “Ini untuk menghindari penyebaran virus corona yang kini sudah menjadi pandemi dunia. Pemprov Sumbar harus cepat tanggap dalam memenej ini,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre mengharapkan, intinya semua stakeholder di Sumbar berjaga-jaga dan mengambil tindakan tegas dan cepat. “Kita jangan pura-pura kejadian ini biasa saja, sementara dunia sudah sedemikian mengelolanya. Kita harus siaga, tapi tak boleh panik. Mari kita bersama-sama mencegah penyebaran corona dengan bertindak bijaksana. Jaga kesehatan sendiri dan orang-orang di sekitar kita,” katanya.

Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman menyebutkan, sekaitan dengan adanya pemberitaan bahwa 162 orang terpantau suspect Covid-19 di Sumbar, semua orang yang melewati BIM dinamakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Semua ODP diberikan Health Alert Card (HAC). Nama-nama penumpang harus disampaikan ke Kabupaten/Kota untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari. Ini dihitung setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengirimkan nama-nama penumpang yang mendapatkan HAC,” katanya.
Artinya, katanya, semua orang yang mendapatkan HAC harus dipantau dan bukan berarti mereka suspect Covid-19. Dalam hal ini, Pemprov sumbar bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya yang sesuai SOP penanganan virus.

“Kita berharap, masyarakat tetap waspada, jaga pola makan dengan makanan bergizi seimbang, sering cuci tangan, olah raga teratur, memakai masker jika ada gejala batuk, flu dan demam, periksakan kesehatan segera jika ada gejala demam panas tinggi, batuk, sesak nafas ke fasilitas kesehatan, serta tindakan-tindakan lainnya yang dianjurkan sesuai SOP Kesehatan,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional