Menu

Palsukan KITAS Bule, Lyrianti Dakhi jadi Pesakitan

  Dibaca : 160 kali
Palsukan KITAS Bule, Lyrianti Dakhi jadi Pesakitan
PALSUKAN-Lyrianti Dakhi terdakwa pemalsuan KITAS menjalani sidang lanjutan dituntut 10 bulan penjara. (hendra/posmetro)

PADANG. METRO – Terlibat kasus pemalsuan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) untuk Tenaga Kerja Asing, Lyrianti Dakhi dituntut 10 bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang kelas 1 A, Senin (12/8).

JPU berpendapat, terdakwa melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu

“Perbuatan terdakwa memunuhi unsur tindak pidana pemalsuan surat. Terdakwa tahu perbuatan yang dilakukannya salah namun tetap melakukannya,” kata JPU Pitria Erwina, saat membacakan amar tuntutannya Pitria Erwina

Terhadap tuntuntan dari JPU, terdakwa yang dampingi Penasihat Hukum (PH) Mendrofa, akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi) secara tertulis.

“ Kami minta waktu satu minggu majelis,” ujar PH terdakwa, kepada Ketua Majelis Hakim Yose Rizal yang didampingi hakim anggota Leba Max Nandoko dan Asni Merrianti.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut umum (JPU) Ideal dalam dakwaannya menjelaskan, kejadian ini berawal pada bulan Januari 2017 bertempat di kantor PT. Jaya Teggirri yang beralamat di Pulau Karam Kecamatan Padang Barat. Terdakwa mengurus KITAS atas nama Gideon Jozua Malherbe dengan jabatannya sebagai Menajer.

Selanjutnya terdakwa bertemu dengan manajer PT Jaya Tenggiri untuk membuat izin KITAS guna membangun resort di kepulauan Mentawai dan terdakwa pun menyanggupinya dengan syarat 4A buku pasport atas nama Gideon Juzua Malherbe, istri dan dua orang anak, dua sertifikat universitas, foto serta biaya puluhan juta.

Setelah Gedion Jushua memenuhi persyaratan tersebut lalu diserahkan kepada terdakwa. Lalu terdakwa mengerjakannya. Namun dalam dakwaan JPU disebutkan, bahwa terdakwa memalsukan KITAS. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional