Menu

Palsukan Ijazah Pelayaran, Nahkoda dan KKM Kapal Gandeng Tongkang Ditangkap

  Dibaca : 274 kali
Palsukan Ijazah Pelayaran, Nahkoda dan KKM Kapal Gandeng Tongkang Ditangkap
PERLIHATKAN BUKTI— Direktur Polairud Polda Sumbar, Kombes Pol Sahat M Hasibuan memperlihatkan bukti ijazah pelayaran yang dipalsukan narkoda dan KKM kapal yang ditangkap.

PADANG, METRO
Gunakan ijazah pelayaran yang diduga dipalsukan, dua orang nahkoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal TB Solomin Dolohin yang menggandeng tongkang bermuatan limbah B3 ditangkap Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Peraiaran dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar.

Dua orang yang ditangkap bernama Toto Sugiarto dan Fachri yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu ditangkap di perairan Teluk Bayur, Kota Padang. Mereka menggunakan ijazah pelayaran palsu untuk mengelabui petugas sehingga tetap bisa berlayar. Uniknya, kasus ini menjadi yang pertama diungkap oleh Ditpolairud Polda Sumbar.

Direktur Polairud Polda Sumbar, Kombes Pol Sahat Marisi Hasibuan mengatakan, penangkapan kedua tersangka dilakukan 24 September 2020. Ketika itu, pihaknya melakukan patroli di perairan laut dan melakukan pemeriksaan dokumen kapal tongkang bermuatan limbah B3.

“Kebetulan kami memeriksa kapal tugboat dengan membawa muatan dalam tongkang berisikan limbah B3 untuk campuran semen. Kami memeriksa muatan, setelah dicek, ada dokumen kapal diduga palsu,” kata Hasibuan saat jumpa pers bersama wartawan, Senin (2/11).

Hasibuan mengungkapkan, dokumen palsu yang digunakan tersangka berupa ijazah pelayaran. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Pendidikan, Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP). Dari hasil pemeriksaan, dinyatakn kalau ijazah pelayaran yang dimiliki kedu tersangka adalah palsu.

“Lembaga BP3IP ternyata tidak pernah mengeluarkan ijazah para tersangka. Atas dasar itu, kami periksa Nahkoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal dan saksi-saksi. Informasinya, untuk mendapatkan ijazah palsu itu, pelaku membayar Rp10 juta di Jakarta,” jelasnya.

Setelah melakukan gelar perkara dan mendapat bukti yang kuat, Direktorat Polairud menetapkan nahkoda dan KKM sebagai tersangka. Hasibuan menyebutkan, kasus ini pertama terjadi di Sumbar dan merupakan keberhasilan.

“Ini merupakan suatu keberhasilan dalam mengungkap adanya praktek pemalusan ijazah pelayaran. Tersangka merupakan nahkoda dan KKM. Kalau untuk muatannya resmi. Jika dilihat sekilas, ijazah mereka ini seolah-olah asli dan sangat mirip dengan aslinya. Tetapi, tidak teregistrasi,” ujarnya.

Dari perbuatan tersangka, mereka dijerat pasal 302 ayat (1) juncto 117 ayat (2) huruf c undang-undang RI nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. Berikutnya juga pasal 253 KUHPidana tentang pemalsuan dokumen.”Ancaman untuk kedua tersangka lima tahun. Mereka langsung kami tahan,” tegas Kombes Pol Hasibuan.

Tangkap 2 Pengedar Sabu di Pelabuhan
Selain mengungkap kasus pemalsuan ijazah pelayaran, Kombes Pol Hasibuan menuturkan, pihaknya juga menangkap dua orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Novi Emrizal di Dermaga Pelabuhan Barau, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

“Modus tersangka Novi ini menyelundupkan sabu sebanyak 31 paket siap edar dibungkus plastik bening, dimasukkan ke dalam buah pepaya. Buah tersebut disembunyikan di warung kosong sekitar dermaga. Tersangka ditangkap pada 22 Juli lalu,” kata Kombes Pol Hasibuan.

Ditambahkan Kombes Pol Hasibuan, penangkapan tersangka kedua Ahmad Sayuti alis Buyung BR dilakukan di pelabuhan perikanan Bungus Teluk Kabung. Dari penangkapan tersangka Buyung BR, disita tiga paket sabu yang disembunyikan tersangka di dalam helm.

“Kedua tersangka ini dijerat pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya di atas lima tahun kurungan penjara,” pungkas Kombes Pol Hasibuan. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional