Menu

Pakai Parang Panjang, Anak Gorok Leher Ibu di Atas Ranjang di Jorong Padang Jaya, Kabupaten Pasaman Barat

  Dibaca : 271 kali
Pakai Parang Panjang, Anak Gorok Leher Ibu di Atas Ranjang di Jorong Padang Jaya, Kabupaten Pasaman Barat
PEMBUNUHAN— Polisi melakukan olah TKP kasus pembunuhan ibu kandung yang dilakukan anaknya di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia.

PASBAR,METRO–Sadis. Seorang wanita paruh baya ditemukan tewas dengan kondisi leher bekas gorokan senjata tajam di dalam rumahnya Jorong Padang Jaya, Nagari Persiapan Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Senin (16/8) sekitar pukul 10.30 WIB.

Mirisnya, korban berinisial Ha (53) ini ternyata dibunuh oleh anak kan­dung­nya sendiri menggu­na­kan parang panjang saat se­dang tertidur pulas di atas ranjangnya. Belum diketahui penyebab pasti anaknya berinisial MR (27) tega menghabisi wanita yang telah melahirkannya itu.

Namun, dari kete­rangan pihak keluarga, MR yang saat ini berstatus lajang ini ternyata memiliki gangguan kejiwaan yang dibuktikan dengan kepe­milikan kartu kuning. Bah­kan, usai membunuh ibu­nya, MR tak melarikan diri, dan malah duduk dengann santainya di dapur dengan parang panjang di se­belah­nya.

Tragedi berdarah ini pun sontak membuat ma­syarakat gempar dan lang­sung berdatangan ke loka­si. Polisi yang mendapat laporan adanya kejadian itu, juga datang ke lokasi untuk mengamankan pela­ku MR dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Pasbar, AKP Fetrizal me­nga­takan, pelaku memang telah memiliki kartu kuning. Namun pelaku tetap dila­kukan penahanan badan untuk menjalani peme­rik­saan lanjutan terkait kasus pembunuhan ini. Diduga, korban digorok oleh pelaku saat korban sedang tidur.

“Pelaku pembunuhan terhadap ibu kandung ini pernah menjalani pero­batan di Rumah Sakit Jiwa Prof Hb Saanin Padang. Meskipun demikian, kita akan kembali melakukan tes kejiwaan terhadap pe­laku untuk pembuktian,” kata AKP Fetrizal, Selasa (17/8).

Dijelaskan AKP Fetrizal, meskipun pelaku memiliki kartu kuning yang ber­status Orang Dalam Gang­guan Jiwa (ODGJ), pihak­nya masih tetap mem­pro­ses perkara tersebut dan akan berkoordinasi dengan jaksa terkait kelan­jutan­nya.

“Pelaku sudah kita ta­han dengan barang bukti satu buah parang dan me­nunggu hasil koordinasi de­ngan jaksa untuk lang­kah yang akan dilakukan. Dari hasil olah TKP, korban meninggal akibat luka pa­rah pada bagian leher­nya,” sebut AKP Fetrizal.

AKP Fetrizal menu­tur­kan,  pelaku membunuh ibu kandungnya dengan me­ng­gorok leher terjadi pada Minggu (15/8) malam se­kitar pukul 22.50 WIB. Di­temukannya korban bera­wal anak korban bernama Yosa Safitri yang datang ke rumah.

“Yosa Safitri datang dan ingin membangunkan ibunya di kamarnya ka­rena mesin cuci yang di­pesan sudah tiba. Namun, saat dibangunkan korban tidak menyahut dan Yosa memberitahu hal itu ke­pada suaminya,” ujarnya.

Ditambahkan AKP Fe­tri­zal, setelah Yosa mela­por ke suaminya, maka suami Yosa, Yiditra Efendi masuk ke kamar. Lalu, dia menghidupkan lampu ka­mar dan mendapati korban telungkup bersimbah da­rah dengan kondisi leher luka menganga dan dipas­tikan tewas.

“Sementara itu pelaku saat itu berada di dapur sedang duduk dengan po­sisi parang berada di se­belahnya. Kemudian Yosa dan suaminya memb­erita­hu warga serta polisi keja­dian tersebut,” pungk­as­nya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional