Close

Pakai Knalpot Racing, 26 Unit Motor Diamankan Saat Balap Liar

AMANKAN MOTOR— Kasat Lantas Iptu Hendrianto saat meninjau kendaraan yang diamankan saat balap liar, pekan lalu.

PAGLAWAN, METRO–Balap liar terus terjadi di Kota Payakumbuh. Terbukti, malam Minggu lalu tepatnya Sabtu 30 Oktober 2021, Satuan Lalulintas Polres Payakumbuh, kem­bali mengamankan seba­nyak 26 unit kenderaan roda Dua. Sebahagian besar, tidak dilengkapi surat-surat dan menggunakan knalpot recing. Selain itu, kenderaan tidak memiliki nomor polisi dan kaca spion yang lengkap saat diamankan kemapolres Pa­yakumbuh di Jalan Pahlawan, kawasan Labuah Silang, Kota Payakumbuh. Pengamanan puluhan ken­deraan ini bukan kali pertama dilakukan Satuan Lalintas Polres Payakumbuh.

Kasat Lantas Polres Payakumbuh Iptu Hendrianto, S.T.K, S.I.K di­dampingi Aiptu Moes dan Kanit Turjawali Aipda Zulhelmi, menyebut bahwa Satuan Lalulintas terus setiap malam minggu a­kan melakukan razia ba­lap liar di Kota Payakumbuh. Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban di tengah-tengah masya­rakat.

“Karena knalpot re­cing membuat bising dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Makanya, setiap malam minggu kita rutin akan melakukan razia balap liar di Kota Pa­yakumbuh. Malam minggu yang lalu, ada sebanyak 26 unit kenderaan roda Dua yang diamankan ke­mapolres Payakumbuh,” ungkap Kasat Lantas Polres Payakumbuh, Iptu Hen­drianto, dengan ramah kepada awak media.

Disampaikannya, untuk Kota Payakumbuh ada beberapa titik yang dijadikan lokasi balap liar. Di sepanjang Jalan Sukarno Hatta, Jalan Baru dan di­simpang warna-warni di­perbatasan Kota Payakumbuh-Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembubaran aksi balap liar yang umumnya dilakoni para remaja usia sekolah dilakukan bersama tim gabungan dari Pemerintah Kota Pa­yakumbuh.

“Kita amankan kenderaan Roda Dua yang ikut balap liar dan rata-rata kenderaan yang digu­na­kan tidak dilengkapi surat-surat. Kemudian juga ti­dak memiliki plat nomor polisi. Juga umunya menggynakan knalpot recing atau bersuara keras dan  tidak standar. Dan rata-rata yang melakukan balap liar itu remaja usia sekolah,” ucap Kasat.

Untuk memberikan e­fek jera kepada pelaku balap liar, Satuan Lalu Lintas akan memanggil orangtua masing-masing saat pengambilan kenderaan di Mapolres Payakumbuh. Kemudian kenderaan baru bisa dijemput setelah Satu Minggu sejak diamankan. “Ini untuk memberikan efek jera. Sehingga kenderaan baru bisa dibawa setelah satu minggu,” jelasnya.

“Untuk efek jera, kita tahan satu minggu, kemudian yang knalpot kita sita dan kita suruh untuk ganti. Kemudian saat datang juga harus didampingi orang­tua, dan kita sampaikan edukasi agar tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari. Saat malam kita amankan o­rang dan kenderaan kemudian kita data. Kalau kedapatan sekali lagi orang yang sama akan kita tambah durasi tahan untuk kenderaan,” jelas Kasat.

Kasat juga menyebut, dengan melakukan razia secara rutin diharapkan dapat mengurangi aktivitas kegiatan balap liar di Kota Payakumbuh. Kemudian, juga kedepan saat sekolah tatap muka pe­nuh dimulai, akan bekerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan dan se­kolah untuk edukasi terkait bahaya balap liar. “Karena umumnya remaja usia sekolah, kita akan masuk sekolah menge­dukasi sis­wa terkait bahaya ba­lap liar,” ungkap Kasat. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top