Menu

Pak Ogah Bandel Resahkan Warga Padang

  Dibaca : 2242 kali
Pak Ogah Bandel Resahkan Warga Padang
Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf.
Pak ogah bandel di jalan hamka - unp - web

Seorang Pak Ogah yang sering mangkal di Jalan Hamka, tepatnya di depan Kampus UNP ini sepertinya memang tidak bisa diingatkan. Mereka tetap saja membandel melakukan tindakan yang sudah pasti salah. Membantu kendaraan yang berbelok di rambu dilarang belok. Instansi terkait harus bergerak cepat.

HAMKA, METRO–Sejumlah masyarakat dan pengendara serta pengguna jalan sudah semakin resah terkait maraknya ‘Pak Ogah’ atau orang-orang yang meminta uang kepada pengendara di tempat pemutaran. Awalnya memang mereka membantu masyarakat yang akan memutar, namun saat ini sudah meresahkan masyarakat dan menganggu kenyamanan.

Pasalnya, tanpa pembekalan dan pengetahuan tentang lalu lintas, mereka turun ke jalan mengatur pengendara yang akan berbelok tanpa melihat dampaknya. Rambu dilarang berbelok hanya menjadi pajangan, sebab mereka memperbolehkan berbelok, padahal sudah jelas itu melanggar. Selain itu, mereka berdiri di samping kendaraan dan menyebabkan kemacetan.

Pantauan POSMETRO di Jalan Prof Dr. Hamka, Kecamatan Padang Utara, setidaknya ada tujuh titik jalur berbelok kendaraan di jalur dua tersebut. Dari tujuh titik itu ada empat titik yang digunakan oleh ‘Pak Ogah’. Titik pertama ada dari arah Hotel Basko menuju utara. Di sini terlihat sembilan orang remaja saling bergantian turun ke jalan menyetop kendaraan agar kendaraan yang berbelok lebih didahulukan dengan menerima imbalan berupa uang dari pengemudi.

Berlanjut ke pemutaran selanjutnya yang berjarak sekitar 500 meter dari belokan pertama. Di sini ada satu orang yang menggunakan topi dan menggunakan peluit mengatur belokan tersebut. Selain itu, belokan sebelum Simpang Cendrawasih, juga ada satu orang dewasa yang mengatur di belokan itu.

Terakhir, belokan setelah Swalayan Yosi yang belakang di Simpang Cendrawasih. Di belokan ini ada empat orang remaja yang menjadi Pak Ogah. Telihat mereka berbagi tugas, ada yang menyetop kendaraan yang melaju lurus, ada juga yang memandu kendaraan yang akan berbelok. Terlihat mereka seenaknya saja memberhentikan kendaraan tanpa memperdulikan kondisi jalanan yang selalu macet di kawasan itu.

Tindakan para Pak Ogah ini pun sudah sangat membuat masyarakat, terutama pengguna jalan resah. Saat mereka menghentikan kendaraan yang melaju lurus akan menciptakan penumpukan kendaraan, sehingga mengakibatkan kemacetan. Selain itu, di tanda rambu dilarang berbelok, mereka juga memperbolehkan kendaraan berbelok, bahkan memprioritaskan berbelok tanpa memikirkan kendaraan yang akan melaju lurus.

Selain beberapa titik di Jalan Hamka, ruas Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di depan RS Jantung juga tampak tiga orang remaja yang menjadi Pak Ogah. Perbuatan Pak Ogah tersebut juga mengakibatkan kendaraan itu melakukan rem mendadak akibat seenaknya menghentikan kendaraan yang melaju secara tiba-tiba.
Kapolsekta Padang Utara, Kompol Yulinasril melalui Kanit Reskrim, Ipda SH Sitorus mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mendatangi dan membubarkan orang-orang tersebut, namun mereka datang lagi dengan orang yang berbeda. “Mereka bukan orang sini, setelah kita peringati dan kita bubarkan, memang mereka tak kembali lagi. Namun, orang-orangnya berganti lagi, kita seperti main kucing-kucingan,” ujar SH Sitorus, Kamis (19/11) kemarin.

Sitorus menambahkan, pihaknya juga pernah mengamankan orang-orang itu, namun pihaknya hanya memberikan peringatan dan pemahaman terhadap mereka, namun kembali dilepas karena tidak ada dugaan tindak pidana. Dari data sementara, ada sekitar 20 orang yang menjadi Pak Ogah di wilayah tersebut dan umumnya merupaka anak putus sekolah.

“Selama ini belum ada laporan dari masyarakat. Mereka dulu memang membantu masyarakat, namun sekarang sudah meresahkan masyarakat, bahkan bukan mengurangi kemacetan, tapi menambah kemacetan. Dalam hal ini, Satpol PP yang menjadi peran penting untuk mengamankan dan dibina,” ungkap Sitorus.

Melanggar Tibum

Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Rudy Rinaldy menyebutkan, aksi Pak Ogah yang ikut mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan harus ditertibkan. Karena praktik tersebut sudah melangggar Perda tentang Ketertiban Umum (Tibum). “Sebenarnya kita tak masalah kalau mereka ikut membantu mengatur lalu lintas. Tapi terkadang mereka salah melakukan pengaturan,” ujar Rudy beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan, aksi pak ogah di depan kampus UNP atau Batalyon Wirabraja. Di sana pak ogah mengarahkan pengendara dari arah Pasar Raya untuk berbelok ke kanan di depan Batalyon. Padahal di sana sudah diletakkan rambu-rambu larangan belok kanan. “Dulu sempat ditertibkan. Tapi terkadang mereka kembali beraksi,” ujar Rudy.

Karena sudah menyangkut ketertiban umum, Satpol PP harus menertibkan dan bertindak tegas. Sehingga tidak ada lagi aksi pak ogah di jalan. “Satpol PP seharusnya menertibkan, karena sudah melanggar Perda,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut Rudy, kewenangan pengaturan lalu lintas adalah kewenangan polisi. Namun terkadang Dishubkominfo ikut membantu melakukan pengaturan lalu lintas. Terutama pada tempat tempat yang rentan macet. Seperti di kawasan Bypass, Siteba (dekat Akper) dan titik-titik lainnya. “Kalau di lapangan, sifatnya hanya membantu teman-teman kepolisian,” ujar Rudy.

Sedangkan, Kepala Dinsosnaker Kota Padang Frisdawati Amran Boer menilai, permasalahan keberadaan pak ogah ada di pihak Satpol PP. Jika sudah ditertibkan, maka Dinsosnaker bisa melakukan pembinaan. “Yang memiliki kewenangan untuk mendata dan menangkap pak ogah adalah tanggung jawab Sat Pol PP. Kami dari Dinsosnaker hanya menerima mereka yang sudah ditangkap dan nantinya dibina,” ujarnya. (r/tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional