Close

“Pak Doktor” Cabuli Anak Tetangga di Agam, 4 Kali Digarap di Ladang, Imingi Uang lalu Diancam Dibunuh

Pelaku cabul .

BUKITTINGGI, METRO–Bejat. Meski sudah be­rusia lanjut, seorang pria yang seluruh rambutnya sudah beruban di Keca­matan Kamang Magek, Ka­bupaten Agam ini tega me­lampiaskan nafsu birahinya kepada  anak tetangganya yang masih masih berusia 13 tahun. Parahnya, aksi pen­cabulan itu tidak hanya satu kali dilakukannya, me­lain­kan sudah empat kali.

Bahkan, kakek berinisial J (67) yang sudah memiliki cucu dan akrab disapa dengan “Pak Doktor” ini mengancam korban Bu­nga (nama samaran-red) de­ngan kata-kata akan mem­bunuhnya jika berani men­ceritakan perbuatan bejat yang sudah dilakukannya kepada siapa pun.

Namun, korban yang masih polos ini dan sudah tak tahan lagi menjadi tem­pat pelampiasan nafsu be­jat sang kakek cabul, ke­mudian bercerita kepa­da orang tuanya. Sontak saja, orang tua korban yang tak terima “mahkota” anaknya telah direnggut Pak Doktor, kemudian melapor ke Pol­res Bukittinggi.

Tak butuh waktu lama bagi Polisi untuk me­ngum­pulkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang diperkuat dengan hasil visum terhadap korban, hingga akhirnya Pak Dok­tor pun ditangkap dan dijeb­loskan ke sel tahanan untuk menjalani proses hukum. Ia pun terancam bakal menghabiskan masa tuanya di penjara.

Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Ar­dian­syah Rolindo Saputra mem­be­narkan adanya penangka­pan seorang pria lansia yang terlibat kasus penca­bulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku meru­pakan pengangguran yang kerap disapa Pak Doktor.

“Kami menangkap Pak Doktor sekitar pukul 22.00 WIB, pada Sabtu 18 Juni 2022. Pelaku ditangkap ka­re­na diduga telah mela­kukan dugaan tindak pi­dana persetubuhan dan perbuatan cabul pada Mei 2022 lalu. Aksi pencabulan dilakukan pelaku di sebuah ladang,” ungkap AKP Ro­lindo, Selasa (21/6).

Menurut AKP Rolindo, tersangka diduga menca­buli seorang anak perem­puan yang masih berusia 13 tahun yang tinggal di Keca­matan Kamang Ma­gek. Ke­ja­dian pencabulan itu ke­mudian dilaporkan keluarga korban dengan laporan polisi LP/B/146/VI/ 2022.

“Korban dari kakek ini adalah seorang anak pe­rempuan berusia 13 tahun. Perbuatan cabul ini dilaku­kan di sebuah nagari di Kecamatan Kamang Ma­gek. Antara tersangka dan korban tidak memiliki hubu­ngan keluarga, namun ke­duanya tinggal berdeka­tan. Selain itu, tersangka diketahui sudah memiliki anak maupun cucu,” ujar AKP Rolindo.

Menurut AKP Rolindo, dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, ter­sangka melancarkan aksi­nya dengan cara mengi­mingi korban dengan se­jum­lah uang dan mengan­cam akan membunuh kor­ban jika melapor.

“Pengakuan dari ter­sangka sudah dua kali me­lakukannya, sementara pe­ngakuan korban menga­kui sudah empat kali dica­buli. Terungkapnya per­buatan tersangka, karena korban memberitahukan kepada orang tuanya. Ka­mi masih terus melakukan pemeriksaan secara inten­sif terhadap tersangka,” ujarnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top