Menu

Pagelaran Silat Anak Nagari Gaduik, Wabup Ajak Lestarikan Silat Tradisional

  Dibaca : 121 kali
Pagelaran Silat Anak Nagari Gaduik, Wabup Ajak Lestarikan Silat Tradisional
PEMBUKAAN— Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria di dampingi Camat Tilatang Kamang Ade Harlien membuka Pagelaran Silat Anak Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang ke-IV tahun 2019. (peri rahman/posmetro)

AGAM, METRO – Sebagai bentuk upaya untuk terus melestarikan dan membangkitkan kembali tradisi silat tradisional yang mengandung nilai-nilai kebudayaan dan agama, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang menggelar Pagelaran Silat Anak Nagari ke-IV tahun 2019 di Monumen Avro Ansonri 003 Gadut, Sabtu (20/7).

Wakil Bupati Trinda Farhan Satria yang membuka pagelaran tersebut, mengajak masyarakat untuk terus membangkitkan dan melestarikan kembali tradisi silek tradisional. Selain melakukan pembangunan Kabupaten Agam dari infrastruktur fisik, pihaknya juga ingin maju di bidang seni dan kebudayaan.

“Mari bangkitkan dan kembangkan silek, dan seni budaya lainnya. Pandangan masyarakat tentang khasanah seni budaya perlu diubah agar tidak lagi memandang silek sebatas alat atau kemampuan bela diri. Di luar itu pencak silat memiliki nilai-nilai kehidupan di dalamnya,” kata Trianda.

Trinda menambahkan eksistensi silek menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan dan agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai filsafat Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah. Terdapat dua kolaborasi antara silek dan surau. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Karena menjadi dasar dari membangun karakter generasi muda yang madani. Sendi-sendi inilah yang sedang kita bangun melalui Gerakan Nagari Madani.

“Dalam implementasi gerakan madani tersebut, terdapat lima ranah kecerdasan yang dibangun. Yaitu, kecerdasan spriritual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan intelektual dan kecerdasan fisikal. Lima unsur kecerdasan ini ada pada kesenian silek. Untuk itu, kita sudah mengharuskan kepada setiap nagari ada minimal satu sanggar kesenian budaya Minangkabau. Terserah keseniannya apa,” ungkap Trianda.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Silek Tradisi Minangkabau Nagari Gadut, Tommy mengutarakan, tujuan pagelaran silek tradisi tanak Nagari Gaduik adalah untuk menjunjung tinggi korsa sasaran silek di Kabupaten Agam.

“Pagelaran ini merupakan agenda tahunan kita dengan mengundang seluruh sasaran silek Agam Wilayah Timur dan Kota Bukittinggi. Tahun ini kita mengundang sebanyak 40 perguruan silek yang ada di Agam Wilayah Timur dan Kota Bukittinggi. Khusus untuk Nagari Gaduik kita memiliki enam perguruan silek dengan anggota sebanyak 120 orang,” pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional