Close

Padangpariaman Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Warga Tewas dan Belasan Orang Luka-luka, 1.500 Rumah Terendam, 750 KK Mengungsi  

BENCANA— Beberapa wilayah di Kabupaten Padangpariaman diterjang banjir dan longsor hingga menewaskan empat warga. Sementara itu, Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban.

PDG. PARIAMAN, METRO–Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang­pariaman mengakibatkan beberapa wilayahnya diterjang banjir dan tanah longsor. Bahkan,  bencana alam itu menewaskan empat warga dan belasan orang mengalami luka-luka.

BPBD setempat mencatat seba­nyak 44 titik bencana alam  terjadi aki­bat tingginya curah hujan di Pa­dangpa­riaman selama dua hari ter­akhir; Senin (23/1) hingga Selasa (24/1). Se­tidaknya ada 11 lokasi longsor di Padang­pariaman, banjir 31 lokasi, dan pohon tumbang dua lokasi.

Kepala Pelaksana BP­BD Padang Pariaman, Budi Mulya mengatakan, bencana kali ini merupakan bencana yang paling luas dam­paknya, karena hampir seluruh kecamatan di kabupaten ini terdampak. Apalagi, bencana alam yang terjadi juga menimbulkan korban jiwa.

“Hingga saat ini ada empat orang korban jiwa atau meninggal. Dua orang meninggal akibat longsor dan dua lagi akibat banjir. Selain itu, ada sekitar belasan warga juga mengalami luka-luka di sejumlah titik di Padangpariaman akibat bencana,” ungkap Budi, Selasa (24/1).

Dijelaskan Budi, korban meninggal akibat longsor terjadi di Korong Sungai Ibur II, Nagari Sungai Sariak. Pasalnya, pada saat hujan deras pada malam hari rumah mereka tertimbun tanah longsor.

“Sedangkan dua korban jiwa akibat banjir terjadi di Korong Palak Pisang, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubak Alung. Hingga siang ini (kemarin-red) kami ma­sih melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir dan tanah longsor,” ujar Budi.

Budi menuturkan, data yang dihimpun, ada 1.500 rumah terendam banjir, dan lebih dari 750 kepala keluarga mengungsi. Selain itu bencana juga berdampak terhadap sejumlah akses jalan dan listrik yang terputus, sekitar 50 rumah rusak berat, 10 kios atau warung rusak, lima kendaraan bermotor rusak, 50 unit fasilitas ibadah dan 30 fasilitas pendidikan terdampak.

“Selain itu, ratusan hektare lahan pertanian porak poranda diterjang banjir dan dipastikan masyarakat akan gagal panen. Bahkan, sekitar delapan hektare kolam ikan terendam banjir, sehingga sangat meru­gikan masyarakat,” ujar Budi.

Budi menuturkan, banjir yang terjadi seperti di kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, 2 x 11 Enam Ling­kung, Lubuk Alung, Nan Sabaris, Sintuak Toboh, V Koto, VII Koto, Anam Lingkuang dan Kayu Tanam.

“Beberapa bagian ruas jalan juga terputus dan tak bisa dilalui kendaraan. Seperti Bjalan Padang Pariaman-Agam di Kecamatan Sungai Geringging dan ja­lan penghubung di Nagari Bisati tertutup longsoran tanah,” jelasnya.

Budi pun mengimbau agar warga waspada pada musim penghujan saat ini agar tidak menjadi korban. Selalu tingkatkan kewaspadaan. Jaga diri dan keluarga. “Kita tidak pernah tahu bencana apa yang akan menimpa yang jelas kita berharap dan berdoa agar dijauhkan dari mara bahaya,” ujarnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top