Menu

Padangpanjang Luncurkan Metoda Pendidikan Video Pembelajaran Interaktif

  Dibaca : 177 kali
Padangpanjang Luncurkan Metoda Pendidikan Video Pembelajaran Interaktif
Wali Kota Padangpanjang, H. Fadly Amran, BBA

PDG.PANJANG, METRO
Menyelamatkan dunia pendidikan di kota berjuluk “Serambi Mekah” dari pandemi, merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang. Upgrade sistem pendidikan, salah satu solusi berjalannya proses belajar mengajar sekolah.

Hal itu diungkap Wali Kota Padangpanjang H. Fadly Amran, BBA, ketika launching program video pembelajaran interaktif di Kantor Dinas Pendidikan, Senin(13/7).

“Inovasi pendidikan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi muda Padangpanjang. Inovasi pendidikan tentunya dapat menyesuaikan situasi dan kondisi pada saat ini. Penerapan metoda video pembelajaran merupakan salah satu solusi dalam kelangsungan proses belajar mengajar,” sebut Fadly Amran.

Menyongsong tahun ajaran baru 2020-2021, lebih lanjut Fadly Amran mengatakan, dinas terkait, majelis guru dan peserta didik di Padangpanjang tetap bersemangat baru menjalani metoda video pembelajaran interaktif.

“Pandemi belum berakhir. Artinya, Pemerintah tidak gegabah dalam mengambil kebijakan di sektor pendidikan dan bidang lainnya. Terkait pembelajaran melalui media daring ini, tidak bisa kita hindarkan saat ini. Mau ada pandemi atau tidak, anak – anak harus dibiasakan untuk belajar secara daring, karena sekarang sudah eranya teknologi, semuanya harus bisa menguasai IT,” tegas Fadly Amran.

Menjalankan program video pembelajaran interaktif tersebut, wali kota mewarning tenaga pendidik dituntut sudah bisa memberikan metoda ini kepada anak murid walaupun nanti Covid-19 ini sudah berlalu, sehingga perlu tata cara teknis yang baik dalam menyajikan sebuah video interaktif yang akan diberikan kepada anak murid nantinya.

“Ketika video pembelajaran saja tidak interaktif, guru berkewajiban menemukan inovasi baru dalam memberikan pembelajaran yang menarik sehingga mampu memberikan motivasi bagi anak untuk terus mengikuti proses belajar mengajar, “ ujar Fadly Amran.

Tahun ajaran baru, Fadly Amran, menginginkan guru dan sekolah bisa beradaptasi dengan sistem pendidikan daring atau tatap muka nantinya.

“Mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu, sehingga pembelajaran tatap muka bisa kita lakukan sesegera mungkin,” harapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran, mengatakan pemerintah telah melakukan pembahasan sekaligus mengkaji sistem pendidikan yang akan diterapkan di masa pandemi. Kondisi tersebut, merupakan sebuah tantangan baru dunia pendidikan yang harus dipecahkan sehingga keluar dengan menyuguhkan sebuah prestasi baru bagi Padangpanjang.

Selain mempersiapkan metode pembelajaran baru, pihaknya juga menyiapkan sejumlah program pendidikan lainnya, seperti beasiswa, program bimbel bagi siswa lulusan SMA dan program lainya yang sudah disiapkan. “Pendidikan tetap menjadi program prioritas kota Padangpanjang, “ ujar Fadly Amran.

Surat Domisili Dicabut
Sementara, terkait syarat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Padangpanjang, dengan melampirkan surat keterangan domisili yang tidak sesuai fakta dilapangan, Sekda Sonny Budaya Putra menegaskan untuk segera dicabut kembali.

“Bagi calon peserta didik baru yang memiliki surat keterangan domisili untuk dilakukan tinjauan dan investigasi di lapangan. Tidak temukan fakta, surat keterangan domisili untuk dicabut kembali,” ujar Sonny Budaya Putra.

Dalam rapat evaluasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2020-2021, sebelumnya, Sony mengatakan, Pemko Padangpanjang dalam merekrut pelajar baru tetap komit dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, Pemprov Sumbar dan Pemko Padangpanjang.

Di antaranya dengan sistem zonasi, dimana kelulusan pelajar di ditentukan oleh jarak tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Semakin dekat dekat jaraknya, semakin besar peluang diterima.

Terbukti atau tidaknya keberadaan surat aspal itu, Sekdako Sony meminta camat dan lurah untuk melakukan verifikasi dan cross check ke lapangan terhadap surat keterangan domisili yang dikeluarkan kepada calon siswa SD hingga SLTA.

Ditambahkan Sekdako, sesuai aturannya, dibolehkan mendaftar PPDB sistem zonasi menggunakan surat keterangan domisili. Namun, surat yang diberikan harus sesuai fakta, jangan sampai dipalsukan. Sebab, tindakan itu akan merugikan orang lain.

Agar terlaksana PPDB yang nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, masyarakat dihimbau untuk mengikuti PPDB sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Kota Padangpanjang.

Sonny mengatakan, peraturan PPDB tertuang dalam Permendikbud no 44 Tahun 2019. Isinya antara lain menerangkan, penerimaan siswa melalui zonasi lebih memprioritaskan calon siswa yang yang berjarak lebih dekat dengan sekolah.

“Jika ternyata calon siswa memiliki jarak alamat yang sama, seleksi terakhir untuk mengisi kuota dan daya tampung dengan menggunakan usia yang lebih tua, dibuktikan dengan akta kelahiran,” ujar Sonny. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional