Menu

Padangpanjang Kota Cerdas Terbaik Indonesia, Fadly Amran: Tasbihkan sebagai Kota Inovatif

  Dibaca : 65 kali
Padangpanjang Kota Cerdas Terbaik Indonesia, Fadly Amran: Tasbihkan sebagai Kota Inovatif
TERIMA PENGHARGAAN— Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran menerima penghargaan Kota Cerdas Indonesia dari CEO KG Media Andi Budiman.

PADANGPANJANG, METRO – Prestasi di 100 hari kerja Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran, BBA dan Asrul, berhasil mengantarkan Kota “Serambi Mekah” bertengger di peringama sebagai kota cerdas dalam Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018. Meraih skor 55,14, Padangpanjang ungguli sembilan kota kecil di Indonesia.

Wako Fadly Amran menyebut, menjadi kota certas Terbaik di Indonesia, akan melahirkan tantangan baru untuk terus berkembang menjadi kota cerdas. Hal itu relatif tidak lebih kompleks dibandingkan kota besar atau metropolitan.

Kunci keberhasilan pengembangan kota, tetap pada inovasi dan kerja sama pemerintah dengan masyarakat demi mewujudkan tatanan kota lebih baik. “Saya yakin bahwa kami punya peluang lebih besar untuk terus tumbuh menjadi kota maju. Kita sangat optimis, karena dari segi skala dan segi penganggaran yang tidak terlalu besar ini bisa langsung menyentuh masyarakat,” kata Fadly di Ruang Maoke Gedung Unit II Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu (9/1).

Fadly menuturkan, setiap perubahan kecil yang dilakukan pemerintah melalui suatu kebijakan, dan rencana aksi yang diwujudkan akan memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sepanjang perubahan tersebut dijalankan secara konsisten dan dipatuhi masyarakat dan aparat yang mengawasi penerapannya.
”Saya melihat sejak Wali Kota sebelumnya, ada Perda Anti Rokok yang pertama kali di Padangpanjang, (menjadikan) kesejahteraan masyarakat, kesehatan terjamin. Dan itu mencakup seluruh masyarakat jauh sebelum ada asuransi dan yang lain,” ungkap Fadly.

Tidak heran jika Padangpanjang menduduki peringkat pertama kota cerdas dalam Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018 yang dikeluarkan Litbang Kompas pada kategori kota kecil. Meraih skor 55,14, kota seluas 23 kilometer persegi itu mengungguli sembilan kota lainnya yang masuk ke dalam kategori tersebut.

Padangpanjang meraih skor 14,2 untuk aspek masyarakat, dan 9,76 untuk aspek kualitas hidup. Kedua aspek penilaian ini merupakan yang tertinggi diraih kota berpenduduk 51.712 jiwa ini. Dua kota yang ada di bawah kota yang dihuni 51.712 jiwa itu yakni Sungai Penuh (55,02) dan Solok (51,64).

Wako Fadly Amran juga menyebut seiring meningkatnya jumlah penduduk, dampak sosial dan permasalahan khas perkotaan akan terus bermunculan. Demikian juga dengan kebutuhan dan permintaan layanan bagi masyarakat. Menangani hal tersebut perlu adanya terobosan dan solusi jitu pengelolaan kota melalui prinsip-prinsip inovatif dan berkelanjutan yang selama ini dikenal dengan konsep smart city atau kota cerdas.

Beberapa tahun terakhir penerapan prinsip kota cerdas ini menjadi pertaruhan tersendiri bagi kota-kota di Indonesia, karena di samping beragamannya konsep dan metode implementasinya, beragamnya kondisi serta karakter kota di Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengimplementasikan seluruh indikator smart city atau kota cerdas tersebut.

”Kota Padangpanjang sebagai salah satu kota kecil nan mentasbihkan diri sebagai kota inovatif, juga terus berupaya meningkatkan perbaikan layanan publik melalui pendekatan smart city atau kota cerdas ini,” ucap Fadly.

Seiring keberhasilan kota Padangpanjang tersebut, beber Fadly Amran, lebih lanjut, menegaskan pada seluruh pimpinan SOPD untuk berani menciptakan inovasi- inovasi baru sebagai bentuk sarana, wadah dalam melayani masyakarat sekaligus memprakarsai program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

“ Artinya, apa telah menjadi program haruslah terukur dan dapat direalisasikan hingga penyerapan anggaran APBD Kota Padangpanjang dapat terserap dengan maksimal dan tidak ada yang namanya silva,” sebut Fadly Amran.

Terkait penghargaan kota cerdas atau smart city tersebut, jelas Fadly Amran, terbagi dalam sejumlah indicator berdasarkan pengelompokan kota berdasarkan jumlah penduduk dari 93 kota di Indonesia. Masing-masing yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal 1 juta jiwa, kota besar berpenduduk lebih dari 500.000 jiwa hingga kurang dari 1 juta jiwa, kota sedang berpenghuni lebih dari 100.000 jiwa hingga 500.000 jiwa dan terakhir kelompok kota kecil yang berpenduduk paling banyak 100.000 jiwa. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional