Close

Padangpanjang Dicanangkan jadi Kota Statistik Pertama di Indonesia, Wako Fadly: Data Menentukan Arah Kebijakan dan Pembangunan

TEKAN TOMBOL— Wali Kota, H Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menekan tombol sirine pencanangan Kota Padangpanjang sebagai Kota Statistik pertama di Indonesia, di Hall Lantai III Balai Kota Padangpanjang.

PADANGPANJANG, METRO–Kota Padangpanjang resmi dicanangkan sebagai Kota Statistik dan Kelura­han Cinta Statistik (Cantik) tahun 2023, Selasa (13/6). Pencanangan dilakukan Wali Kota, H Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano yang ditandai dengan pemencetan tombol sirine di Hall Lantai III Balai Kota Padangpanjang.

“Pencanangan Kota Sta­tistik adalah bagian dari rentetan progres kegiatan yang telah dilakukan sejak jauh hari. Dimulai dari peresmian Pojok Statistik, Forum Satu Data dan pembuatan Website Serambi Data (WSD). Sehingga dari hasil kerja keras itu semua, kita dapat mencanangkan Kota Padangpanjang sebagai Kota Statistik pertama di Indonesia,” kata Wako Fadly saat memberikan sambutan.

Wali Kota muda itu me­ngungkapkan, pada saat ini data merupakan hal yang sangat eksklusif dan penting dalam menentukan arah pembuatan kebijakan dan pembangunan Kota Padangpanjang ke depan.

“Saat ini, data bisa dibilang sangat penting sekali. Tidak heran kalau presiden mengatakan data ini sebagai new oil, karena nantinya yang menguasai datalah yang akan menguasai dunia (berjaya). Untuk itu, pemerintah saat ini dituntut untuk harus menguasai data, baik secara nasional maupun secara global,” ungkapnya.

Fadly berharap dengan langkah awal yang diambil Pemerintah Kota ini, nan­tinya dapat menjadi gerakan bersama khususnya bagi Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatra Ba­rat. Sehingga nantinya Su­matra Barat juga dapat menjadi Provinsi Statistik pertama di Indonesia.

“Mari kita tekankan, jangan sampai pencanangan ini hanya sebatas seremonial belaka, tanpa betul-betul melihat sejauh mana target yang dica­nangkan. Jadi saya berharap kerjasama kita semua, bagaimana betul-be­tul melirik target Kota Pa­dangpanjang yang hari ini telah dicanangkan sebagai Kota Statistik. Saya harap kita semua dapat concern dengan pencanangan Kota Statistik ini,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr Eng Imam Machdi, MT me­ngapresiasi Kota Padangpanjang yang telah mengambil langkah awal sangat baik, dengan berani mencanangkan diri sebagai Kota Statistik pertama tahun 2023.

Imam mengungkapkan, apa yang telah dilakukan Padangpanjang ini sebenarnya sudah melaksanakan apa yang diarahkan Presiden Joko Widodo. Di mana paradigma pembangunan yang dulunya sentralistis, bersifat top down, tetapi sekarang dikombinasikan secara hybrid (bottom up).

“Saya sangat apresiasi sekali, khususnya Wali Ko­ta Padangpanjang yang sangat visioner. Di mana untuk membangun suatu negara, daerah dan kota itu memang harus berlandaskan dengan data. Data akan menjadi mesin untuk kita menggerakkan berbagai permasalahan mencarikan solusi dalam membangun daerah lebih ma­ju,”ucapnya.

Imam menyebutkan, Cinta Statistik ini merupakan program pembinaan sektoral yang dilakukan BPS menuju Satu Data Indonesia. Dimana presiden telah mengambil keputusan bahwa negara hanya menggunakan satu data, yakni data dari statistik.

“Kelurahan Cantik, kelurahan-kelurahan tersebut nantinya akan dibimbing BPS dalam pengumpulan, pengolahan dan penyajian data sesuai kaidah data statistik. Melalui bimbingan dari BPS, kita berharap kelurahan dapat meng­hasilkan data yang lebih baik lagi kedepan,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan data yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi riil yang ada di masya­rakat. Baik dari segi pere­ko­no­mian, sosial, maupun kependudukan. Sehingga dengan data yang baik, Pemerintah Kota Padang Panjang dapat membuat arah pembangunan dan kebijakan yang tepat bagi masyarakat.

“Dari program ini, diharapkan di tingkat kelurahan dapat menghasilkan optimalisasi informasi kelurahan berbasis masya­rakat. Nanti kelurahan mam­pu menyusun dan menghasilkan data yang lengkap dan terperinci. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan data di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Pihaknya meyakini, de­ngan berbasis geospasial dan statistik, nantinya akan melahirkan data yang berkualitas di Kota Padangpanjang. Ini semua memerlukan komitmen bersama dan program yang berkelanjutan. Sehingga data yang dihasilkan betul-betul data yang tumbuh dan actual, bermanfaat bagi Pemerintah Kota.

Pada kesempatan ter­sebut Imam Machdi didam­pingi Wako Fadly berke­sempatan untuk mengunjungi Command Center di Balai Kota dan Pojok Statistik yang berada di Perpustakaan Daerah Padangpanjang.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Forkopimda, perwakilan Bappeda Sumbar, Dinas Kominfo Sumbar, kepala BPS Sumbar, sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Padangpanjang, kepala BPS Kota Padangpanjang serta kepala BPS se-Sumbar. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top