Close

Padang Waspada Zona Merah, Anggota Dewan Tetap Nekat Kunker

Syafrial Kani Ketua DPRD Padang

SAWAHAN, METRO–Kota Padang sudah mendekati zona merah, namun para wakil rakyat di gedung bundar Sawahan, seperti tidak peduli. Mulai Rabu (7/7), anggota DPRD ini akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya di tanah air.

Padahal, Pemprov Sumbar sudah menge­luarkan kebijakan pelarangan dinas luar daerah bagi jajaran ASN di Pem­prov Sumbar mulai 28 Juni 2021 untuk mengantisipasi tingginya angka penye­baran Covid-19.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Gubernur Audy Joi­nal­dy. Ia menyebut jika semua perjalanan dinas khususnya yang menuju pulau Jawa dibatalkan dulu karena kondisinya hitam dan parah dalam penye­ba­ran Covid-19. Namun, la­rangan itu tidak menyu­rut­kan langkah dari anggota dewan untuk tetap kunker.

“Perjalanan dinas itu dalam rangka kunker Kebi­jakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Ang­garan Sementara (KUA-PPAS) dan akan berlang­sung 5 hari kerja,” ujar Ketua DPRD Padang Syaf­rial Kani, Senin (5/7).

Ia menambahkan, studi banding ini telah banyak pengurangan dan kepu­tusan studi banding ini di­da­sarkan atas keputusan dari jadwal Bamus DPRD.

“Keputusan studi banding ini adalah keputusan Kolektif Kolegial, jadi kita melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan DPRD. Saya saja, beberapa kali tidak pernah ikut studi banding,” tukas Syafrial Kani.

Kolektif Kolegial adalah istilah umum yang merujuk kepada sistem kepemim­pinan yang me­libatkan para pihak yang berke­pen­tingan dalam menge­luar­kan keputusan atau kebi­jakan melalui mekanisme yang ditempuh, musya­wa­rah untuk mencapai mu­fakat atau pemungutan sua­ra, dengan menge­de­pan­kan semangat kebera­sa­maan.

Disinggung tentang la­rangan perjalanan dinas ke­luar daerah oleh Pem­prov, menurut Syafrial Kani, ­palarangan tersebut hanya kebijakan gubernur, atau wali kota.

“Jadi palarangan terse­but hanya kebijakan gu­bernur atau wali kota. Tu­gas DPRD hanyalah penga­wasan, bugeting, dan pem­basaan ranp­er­da,” kata ketua DPRD ini.

Sementara itu, berda­sar­kan data sum­bar­prov.­go.id, untuk tanggal 4 Juli 2021 terdapat sebanyak 435 penambahan masyarakat yang terpapar Covid-19. Kota Padang sendiri terjadi penambahan 198 orang, dan ada penambahan pa­sien covid yang meninggal sebanyak 8 orang, salah satunya di Kota Padang.

Untuk diketahui Kota Padang berisiko dan sa­ngat berpotensi masuk zona merah. Data dari situs resmi pem­prov­sum­bar.co.id, Kota Padang be­ra­da diangka 2,20 untuk in­di­kator kesehatan masya­rakat. Artinya, angka ter­sebut hampir mendekati zona merah.

Tak hanya itu, saat ini, sejumlah pejabat Pemko Padang dikabarkan saat ini terpapar covid-19. Dian­tara nama-nama pejabat yang terkabarkan terjang­kit virus itu adalah Kepala DPMPTSP, Cori Saidan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Mairizon, Kepala Dinas Perhu­bu­ngan, ­Dian Fakri serta Plt In­spektorat, Ferry Rinaldy, Ca­mat Padang Barat, Eri Sendjaya.

Perihal terpaparnya se­jum­lah pejabat Pemko Pa­dang itu dibenarkan oleh Asis­ten  Pemerintahan Pem­ko Padang, Edy Hasy­mi. Namun untuk Eri Send­jaya, menurutnya, baru saja dinyatakan sembuh setelah sebelum sempat berada di tempat isolasi Kampung nelayan.

Sedangkan untuk kon­disi kesehatan Kepala DLH Mairizon dalam kondisi baik, karena cuma anaknya yang positif.

Sementara untuk Ke­pala DPMPTSP, Cori Saidan, Kepala Dinas Perhu­bu­ngan, Dian Fakri serta Plt. Inspektorat  juga sedang positif dan kini sedang men­jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara Kepala Din­kes Kota Padang Feri­mul­yani Hamid, juga meminta kepada seluruh warga un­tuk tetap menerapkan 3 M dan meminimalisir kegia­tan di luar rumah.

“Seluruh warga di Pa­dang diimbau agar tidak ke­luar rumah jika tak terlalu penting,” kata Ferimulyani.

Selain itu, ia meng­im­bau agar warga disiplin pro­tokol kesehatan. Tetap mengenakan masker, men­­jaga jarak, mencuci ta­ngan. “Warga diharapkan segera vaksinasi,” imbau­nya.

Sisi lain, warga yang merasakan gejala Covid-19 agar segera memerik­sakan diri. Mendatangi Pus­kesmas untuk swab. “Jika terasa gejala Covid-19 seperti hilang penciu­man, demam, dan lainnya, segera swab dan mela­kukan isolasi mandiri,” pungkasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top