Menu

Padang Teataer dan Atom Center Bakal jadi Mall

  Dibaca : 1806 kali
Padang Teataer dan Atom Center Bakal jadi Mall
Vicky Prasetyo
Balai Kota Padang

Balai Kota Padang di Aiapacah.

PASARRAYA, METRO–Dua tempat maksiat di Pasar Raya Padang yakni, Padang Teater dan Atom Center bakal disulap menjadi mall, hotel, dan pusat pertokoan serta jajanan kuliner. Pemko mengaku sudah menyiapkan investor yang akan membangun kedua tempat itu.

Kepala Dinas Pasar Endrizal mengatakan, kedua lokasi itu akan dibangun investor dari Jakarta. Saat ini investasi ini dalam proses administrasi di tingkat pemerintah. Setelah itu akan dibahas bersama DPRD dan disosialisasikan pada para pedagang.

”Investornya sudah ada. Sekarang dalam proses administrasi. Sampai akhir tahun 2015 ini kita prediksi tuntas. Sehingga tahun 2016 investasi itu dapat berjalan,” ujar Endrizal saat ditemui POSMETRO, di Pasar Raya Padang, Kamis (17/9).

Endrizal menjelaskan, kawasan Fase I sampai Fase VI dibangun jadi pusat pertokoan empat lantai. Untuk lantai I akan ditempati oleh pedagang semula. Lantai II (Padang Teater) bakal dijadikan pusat kuliner. Lantai III dan lantai IV akan diserahkan penempatannya pada investor yang menanamkan modal.
Sementara, kawasan Atom Center akan dijadikan mall dan hotel. Investornya juga sudah, sekarang Pemko sedang dalam proses peralihan beberapa titik pertokoan menjadi milik Pemko. Setelah itu, baru investasi tersebut bisa dimulai.

”Ya, mudah-mudahan prosesnya bisa cepat. Sehingga tahun 2016 bisa segera dimulai pembangunan,” terang Endrizal.

Pembangunan kembali Padang Teater dan Atom Center, menurut Endrizal tak akan merugikan pedagang. Pedagang akan tetap menempatkan sesuai tempatnya semula. ”Kita tak akan memberatkan pedagang dalam penempatan mereka kembali,” terang dia.

Pantauan POSMETRO kemarin, kawasan Padang Teater masih masih ramai oleh pemilik pemilik salon. Mereka duduk duduk bergerombolan. Sementara kedai-kedai mereka yang telah disegel petugas belum dibuka.

Selama ini kawasan Padang Teater identik dengan lokasi salon esek-esek. Jika ada pria datang ke lantai II dan naik dari jenjang utama, maka mereka akan disambut oleh wanita-wanita yang mengajak mereka masuk ke dalam salon. Hal serupa juga terjadi di Atom Center. Kedua kawasan ini sudah sering ditertibkan oleh tim gabungan Pemko Padang.

Terakhir, Rabu (16/9) siang, sebanyak 27 salon esek-esek ditutup dalam penertiban sejak pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB. Petugas Dinas Pasar di-back-up Sat Pol PP langsung bergerak mengeksekusi salon yang sudah lama meresahkan.

Kepala Dinas Pasar Endrizal mengatakan, pihaknya melakukan penutupan terhadap salon-salon di Padang Teater, setelah memberikan surat teguran sebanyak 3 kali. Salon yang ditutup tidak memiliki izin, dan hanyalah label semata.
”Tidak hanya itu, salon juga dijadikan tempat esek-esek atau lokasi maksiat. Kita juga sudah mengecek, ternyata tidak berfungsi sebagai salon. Saat kita tanyakan gunting saja tidak ada, dan dilihat izinnya ternyata juga tidak ada. Surat teguran 1, 2, 3 sudah dilayangkan,” ungkap Endrizal.

Dicari Solusi

Sementara, di balik penyegelan terhadap salon-salon yang berlokasi di Padang Teater kemarin. Menyisakan pertanyaan sendiri bagi sebagian kalangan. Mengingat para pengusaha salon tersebut sudah sekian lama menggantungkan hidup dengan menawarkan jasa disana.

Meskipun usaha yang dilakukan ilegal, namun mereka juga merupakan bagian dari warga kota yang harus mendapatkan perhatian dari pemko. Setelah usaha mereka disegel, seharusnya pemko juga membuat perencanaan kehidupan mereka kedepannya nanti.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Padang Zulhardi Z Latif, bahwa seharusnya pemko juga mencarikan solusi nyata bagi mereka. ”Jangan hanya sekadar dirazia dan ditutup, namun apa yang harus mereka lakukan esok harinya untuk bisa bertahan hidup. Itu mesti dicarikan jalan keluarnya,” ungkapnya kepada POSMETRO, Kamis (17/9).

Sebaiknya mereka itu dikumpulkan dan dibina dengan baik. Atau misalnya pemko tidak mengizinkan tempat tersebut menjadi salon esek-esek. ”Bagus dirapikan tempat mereka, dan dibuat transparan. Sehingga mereka bosa tetap berusaha. Atau dibuat kamera CCTV di ruas jalan tersebut yang terhubung langsung keruang Wali Kota Padang, tentu ini akan membuat orang jera untuk ke prostitusi,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa pendekatan secara kekeluargaan itu penting dalam mebyelesaikan persoalan. Apalagi ini menyangkut kehidupan mereka kedannya. ”Akan sangat diperlukan perhatian khusus bagi mereka untuk bisa dibina dan diberikan skill agar bisa berusaha kembali dengan hal yang positif,” tutupnya.

Sementara Ketua Fraksi Gerindra Elly Thrisyanti mengungkapkan, bahwa harus ada langkah konkret dari pemko untuk membina mereka. Meskipun langkah mereka dulu memang salah, namun itu menjadi tanggung jawab pemko.
”Kita minta Dinsosnaker Padang bergerak cepat untuk mengambil mereka. Sehingga nanti dibina dan diberi pelatihan agar mereka bisa membuka usaha agar bisa bertahan hidup,” tuturnya. (tin/o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional