Menu

Padang Masuki Masa Transisi Menuju New Normal

  Dibaca : 323 kali
Padang Masuki Masa Transisi Menuju New Normal
BERIKAN PAPARAN— Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memberikan paparan didampingi Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa saat rapat melalui vidcon bersama Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Sumbar.

PADANG, METRO
Setelah mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota Padang akhirnya mengambil sikap untuk menjalani masa transisi, sebelum memasuki penerapan tatanan normal baru (new normal) dalam beberapa waktu ke depan.

Masa transisi ini diberlakukan selama sepekan ke depan, yakni dari tanggal 8 hingga 12 Juni 2020. Tujuannya adalah melihat kesiapan ibu kota provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut menuju penerapan fase new normal nantinya.

Sikap tersebut disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi kepada wartawan usai mengikuti video conference (vidcon) yang bergabung dengan Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Minggu (7/6) pagi.

Juga hadir dikesempatan itu Wakil Wali Kota Hendri Septa, Sekda Amasrul, para asisten dan pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang. Selain itu juga diikuti unsur Forkopimda dan stakeholder terkait di Kota Padang.

Dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar hanya Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang memasuki masa transisi menuju era tatanan normal baru tersebut. Sementara, 16 daerah lainnya sudah disahkan Gubernur mulai 8 Juni 2020 untuk diperbolehkan melakukan fase new normal disamping Kota Bukittingi yang terlebih dahulu melakukannya.

Wali Kota Mahyeldi mengatakan, terkait dalam masa transisi menuju new normal ini, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya. Baik melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwako) termasuk menyurati semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan sosialisasi tatanan normal baru.

“Sosialisasi ini harus dilakukan secara masif kepada stakeholder terkait dan masyarakat selama masa transisi,” ujarnya.

Mahyeldi menjelaskan, ada beberapa sektor yang wajib diperhatikan dalam menyiapkan Kota Padang menuju new normal di masa transisi. Diantaranya mulai dari sektor transportasi, sosial budaya, kesejahteraan rakyat, perdagangan, tenaga kerja perindustrian, pendidikan dan lain sebagainya.

“Diharapkan semua dan segala sesuatunya nanti bisa diukur bagaimana capaiannya selama masa transisi ini. Dan nantinya jelas apakah kita betul-betul siap menerapkan new normal atau tidak. Maka itu, kepada OPD terkait harus membuat schedule bagaimana sosialisasi itu harus dipastikan sampai dan ditindaklanjuti ke semua stakeholder di masing-masing OPD yang juga diketahui camat setempat,” tekan Mahyeldi dalam vidcon yang diikutinya dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang tersebut.

Mahyeldi mengungkapkan, dalam penanganan virus corona di Kota Padang, tinggal klaster Pasar Raya Padang yang tengah dioptimalkan ke depan untuk diputus penyebarannya.

“Yakni bagi yang dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG) harus kita jangkau secara optimal ke depan. Begitu juga dimana saja di Kota Padang ini harus bisa kita deteksi dan lakukan swab. Alhamdulillah dalam hal ini kita juga didukung pihak Labor Universitas Andalas (Unand),” ujarnya.

Intinya tekan Mahyeldi, dalam menjalani masa transisi menuju penerapan pola tatanan normal baru ini adalah kesiapan masyarakat. Bagaimana semua masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Baik itu memakai masker atau alat pelindung diri (APD) ke mana bepergian, menjaga jarak (physical dan soslcial distancing), cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer dan menjaga kesehatan sehingga imun tubuh menjadi kuat. Selama menjalani masa transisi ini kita juga akan membuat komitmen dengan stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat di Kota Padang sekaitan pemenuhan standar protokol Covid-19 yang wajib dilakukan. Kita juga sudah membuat Perwako dan juga ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) nantinya, sehingga ada sanksi tegas bagi pelanggar,” tegasnya.

Lebih lanjut Mahyeldi mengimbau seluruh warga masyarakat Kota Padang untuk memerhatikan kata kunci Covid-19 agar tidak menyebar bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Untuk itu kepada semua masyarakat harus mematuhi protokol Covid-19 dalam kehidupannya hingga masa-masa mendatang.

Meski kita sedang transisi menuju fase tatanan normal baru bukan berarti kita bisa beraktifitas seperti sedia kala sebelum Covid-19 melanda. Namun akan ada batasan-batasannya yaitunya wajib mematuhi aturan dalam protokol Covid-19 itu sendiri. Sebab jika itu tidak kita lakukan yabg kita khawatirkan bisa timbul bencana baru. Maka itu mari kita mentaatinya,” ujar wako mengakhiri. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional