Menu

Padang Kembali Zona Merah, Sanksi Pelanggar Perda AKB Mulai Berlaku

  Dibaca : 204 kali
Padang Kembali Zona Merah, Sanksi Pelanggar Perda AKB Mulai Berlaku
SOSIALISASI PERDA— Wawako Padang, Hendri Septa didampingi Kasatpol PP Padang, Alfiadi mensosialisasi Perda AKB di sejumlah kafe dan restoran, Sabtu (19/9) hingga Minggu dini hari (20/9).

AIAPACAH, METRO
Kota Padang kembali masuk zona merah dalam kasus Covid-19. Hal ini berdasarkan evaluasi dan perhitungan dari 15 indikator kesehatan masyarakat (Kesmas), sehingga terjadi perobahan zonasi daerah. Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Jasman Rizal mengatakan, zonasi daerah ini mulai berlaku sejak 20 September hingga 26 September. “Pada 27 September 2020 akan diumumkan lagi status zona daerah berdasarkan indikator yang telah ditetapkan,” ujar Jasman, Minggu (20/9).

Jasman menjelaskan, bahwa pada minggu ke-28 (20-26 September), Padang berada di zona merah (risiko tinggi) bersama Agam. Sedangkan yang berada di zona orange (risiko sedang) ada sembilan daerah. Yaitu, Bukittinggi, Payakumbuh, Sawahlunto, Padangpariaman, Tanahdatar, Pessel, Pariaman, Pasaman Barat, dan Dharmasraya.

Kemudian, ada delapan daerah yang berada di zona kuning (risiko rendah). Daerah tersebut ialah, Padangpanjang, Kota Solok, Pasaman, Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Sijunjuang, Kepulauan Mentawai, dan Solok Selatan.

“Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-28 ini, kita berharap kabupaten kota dapat menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya menyesuaikan dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan.

Sebelumnya, Kota Padang pernah juga berstatus zona merah pada awal September lalu. Saat itu, Kota Padang menjadi satu-satunya daerah dari 19 kabupaten/kota di Sumbar berstatus zona merah penyebaran Covid-19, dan berisiko tinggi.

Kemudian pada 13 September lalu, status Kota Padang berubah menjadi zona orange bersama dengan sembilan kabupaten/kota lainnya di Sumbar. Berdasarkan data yang direlis Kepala Diskominfo Sumbar, Jasman Rizal, bahwa penambahan kasus positif di Kota Padang pada Minggu (20/9) ada 79 orang.

Perda Adaptasi Kebiasaan baru
Masyarakat Kota Padang diharapkan mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Sebab mulai Senin (21/9), sanksi kepada pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) akan diberlakukan.

Sebelum penerapan sanksi diberlakukan, Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa didampingi Asisten I Edi Hasymi serta Kasatpol PP Padang Alfiadi, pimpin langsung sosialisasi Perda AKB, Sabtu hingga Minggu dini hari (20/9).

“Sudah lebih seminggu Pemko Padang aktif mensosialisasikan ke masyarakat semenjak perda ini disahkan oleh DPRD Sumbar bersama Pemprov, maka Senin (21/9) ini efektif dilakukan penindakan,” tukas Hendri.

Di lapangan, terlihat tim yang terdiri dari Satpol PP dan Kesbangpol serta SK4 turun langsung ke tempat-tempat keramaian. Seperti ke pusat- pusat kuliner malam serta tempat hiburan malam, yaitu kafe dan restoran yang ada di Kota Padang.

Dalam sosialisasi pada Sabtu hingga Minggu dini hari tersebut, Hendri bersama tim mengimbau agar masyarakat Kota Padang disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini mengingat jumlah orang yang positif terpapar di Kota Padang kembali melonjak, maka perlu upaya untuk memutusnya rantai penularan Covid-19 ini.

“Meski masyarakat kita melakukan hal yang produktif demi ekonomi, namun diimbau kepada masyarakat kita tetap patuhi protokol pencegahan Covid-19. Kita semua berharap Kota Padang bisa kembali ke zona hijau sehingga menjalankan aktivitas secara normal,” harapnya.

Hendri mengungkapkan, dengan telah diberlakukan Perda AKB, tentu Pemko Padang berharap masyarakat mematuhinya. Kalau tidak, bagi pelanggar akan ada sanksi yang akan diterapkan.

Diketahui dalam perda tersebut kewajiban untuk memakai masker bagi seluruh masyarakat, sering mencuci tangan serta jaga jarak. Jika ada yang melanggar, maka sanksi yang akan diberikan seperti sanksi sosial, sanksi administrasi bahkan sanksi kurungan sesuai yang telah diatur dalam Perda AKB. Begitu juga kepada tempat-tempat usaha yang tidak patuh akan diberikan sanksi sesuai aturan dalam perda tersebut.

Sementara itu, Kasat Pol PP Padang, Alfiadi mengatakan, bahwa personel telah lebih satu minggu turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan perda tersebut. Sosialisasi itu dilakukan, baik siang maupun malam, di seluruh tempat keramaian.

“400 personel telah kita kerahkan dalam seminggu terakhir untuk sosialisasi perda AKB ini. Tentu kedepannya kita akan lakukan penindakan bagi yang tidak mematuhi, hal ini akan dilakukan bersama tim yang terlibat. Diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan sesuai apa yang telah diatur di dalam Perda AKB tersebut,” pintanya. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional