Menu

Padang Dekati Status Zona Kuning

  Dibaca : 889 kali
Padang Dekati Status Zona Kuning
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Jasman Rizal

SUDIRMAN, METRO
Saat ini, tidak ada satupun daerah di Sumbar yang berada di zona merah. Sementara itu, ada 12 kabupaten/kota yang berada di zona orange dan tujuh kabupaten/kota lainnya di zona kuning.

Update zonasi kabupaten/kota ini didapatkan berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-40 pandemi Covid-19 d oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar. Zona-sona ini ditetapkan mulai 13 Desember hingga 19 Desember.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Jasman Rizal mengatakan, kabupaten/kota yang masuk zona orange atau risiko sedang (skor 1,81-2,40) yaitu, Padang (skor 2,40), Sawahlunto (skor 2,39), Agam (skor 2,36), Pariaman (skor 2,36), Dharmasraya (skor 2,34), dan Solok Selatan (skor 2,33).

Zona orange lainnya yaitu, Padangpariaman (skor 2,30), Limapuluh Kota (skor 2,28), Tanahdatar (skor 2,28), Pesisir Selatan (skor 2,23), Kabupaten Solok (skor 2,19), dan Kota Solok (skor 2,17).

Melihat skor di atas terang Jasman, pada minggu ke-39 pandemi Covid-19 di Sumbar, Kota Padang hampir mendekati status zonasi kuning (resiko rendah) dan merupakan kondisi terbaik yang pernah terjadi selama masa pandemi. Ini menunjukkan keseriusan Kota Padang yang melakukan berbagai upaya masif menangani dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang.

“Yang paling rendah skornya itu adalah Kota Solok dan Kabupaten Solok. Kita harapkan semua kabupaten dan kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sample kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan Covid-19 dapat lebih baik lagi,” tukas Jasman.

Sementara itu terang Jasman, kabupaten/kota yang berada zona kuning atau risiko rendah (skor 2,41- 3) yaitu Sijunjung (skor 2,75), Kepulauan Mentawai (skor 2,64), Padangpanjang (skor 2,59), Bukittinggi (skor 2,55),Pasaman Barat (skor 2,53), Pasaman (skor 2,52), dan Payakumbuh (skor 2,51).

“Sijunjung mengalami peningkatan yang signifikan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di minggu ke-29 pandemi di Sumatera Barat. Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumbar yang belum ada kasus kematian di daerahnya,” tandas Jasman.

Berdasarkan data tersebut ungkap Jasman, pada minggu ke-39 pandemi Covid-19 di Sumbar, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau. Sementara itu, hingga minggu ke-39 masa pandemi Covid-19 di Sumbar, persentase tertinggi kasus kematian pasien corona masih terjadi di Pasaman Barat (5%) dan terendah adalah Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia (0%).

Jasman mengatakan, ada 15 indikator kesehatan masyarakat atau yang menjadi indikator penetapan zonasi. 15 indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Indikator tersebut sebut Jasman yaitu, penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), dan penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).

Kemudian terang Jasman, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di rumah sakit selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk.

Berikutnya, penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan angka kematian per 100.000 penduduk, jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi, dan jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu.

Indikator seterusnya kata Jasman ialah, positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%), jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19, dan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid -19.

“Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-40 ini, diminta kabupaten kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” harap Jasman.

65 Kasus Sembuh
Berdasarkan data di website dinkes.padang.go.id pada Minggu (13/12), terdapat tambahan 39 kasus baru, sehingga totalnya di Padang ada 11.659 kasus positif Covid-19. Kemudian, ada tambahan 65 kasus sembuh, sehingga total ada 10.884 pasien yang sudah sembuh.

Kemudian, terdapat 24 kelurahan yang sudah bebas dari Covid-19 karena pasiennya sudah sembuh atau meninggal dunia. Yaitu, Sawahan Timur, Air Tawar Timur, Koto Pulai, Gurunlaweh, Kampung Jua, Cengkeh, Tanjung Aur, Batu Gadang, Baringin, Tarantang, Padang Pasir, Binuang, Kapalo Koto, Lambung Bukit, Pasa Gadang, Seberang Palinggam, Alang Laweh, Batang Arau, Air Manis, Bukit Gado-gado, Gurunlaweh, Bungus Barat, Bungus Timur, dan Teluk Kabung Utara. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional