Menu

Padang Dapat Dikembangkan dengan Konsep Waterfront City

  Dibaca : 143 kali
Padang Dapat Dikembangkan dengan Konsep Waterfront City
PINGGIR PANTAI— Padang merupakan salah satu kota yang berada di pinggir pantai dan dapat dikembangkan dengan konsep pembangunan Waterfront City.

SUDIRMAN, METRO
Sebagai salah satu kota yang berada di pinggir pantai, pengembangan Kota Padang ke depan, dapat dilakukan dengan konsep pembangunan Waterfront City. Tenaga Ahli Menteri PUPR, Suprapto mengungkapkan, Waterfront City merupakan konsep pembangunan kota pantai, pesisir, sungai maupun danau. Konsep ini bentuk pengembangan pembangunan kota berorientasi perairan.

Konsep ini terangnya, dalam sejarahnya berasal dari pemikiran seorang ahli Amerika Serikat, James Rouse, sekitar tahun 1970-an. Mantan kepala Dinas Prasjal Tarkim (sekarang Dinas PUPR-red) Sumbar itu mengungkapkan, ada beberapa kriteria untuk mengklasifikasikan kota Waterfront City.

“Kriterianya, yang jelas, kotanya harus berada di tepi perairan. Baik itu laut, sungai dan danau. Selain itu, kawasannya juga area pelabuhan, perdagangan, pemukiman, atau pariwisata,” ungkap Suprapto, kemarin.

Kriteria berikutnya, memiliki fungsi-fungsi utama sebagai tempat rekreasi, permukiman, industri atau pelabuhan. Selain itu, juga dominan dengan pemandangan dan orientasi ke arah perairan. Kemudian pembangunannya dilakukan ke arah vertikal horizontal.

Suprapto mengungkapkan, di Indonesia telah diterapkan konsep Waterfront City sejak zaman Belanda. “Kota Batavia atau Jakarta salah satu kota yang dikembangkan dengan konsep Waterfront City di zaman Belanda,” ungkap Suprapto.

Sekarang juga ada kota lainnya dengan konsep Waterfront City. Yakni Kota Makassar. Bahkan kota ini merupakan Waterfront City terbaik dengan Pantai Losari sebagai daerah utama pusat kegiatan perekonomian di ibukota Sulawesi Selatan itu. Wilayah Pantai Losari telah menjadi pusat bisnis, rekreasi, dan perdagangan di Kota Makassar.

“Kalau di Indonesia, ada beberapa kota lagi yang mengusung konsep Waterfront City. Seperti, Batam yang merupakan kota kepulauan. Juga ada Manado, Pontianak, Balikpapan dan lainnya,” ungkap Suprapto.

Suprapto mengungkapkan, Kota Padang ke depan seharusnya juga bisa dikembangkan dengan konsep Waterfront City ini. Bahkan konsep ini sudah ada dalam perencanaan kota ini dulunya. “Waktu saya di Dinas Prasjal Tarkim Provinsi Sumbar dulu, perencanaan Waterfront City untuk kota ini sudah ada. Tapi gak tahu apa berkasnya masih ada sekarang,” ungkap Suprapto.

Pengembangannya Waterfront City di kota ini menurutnya, dapat dilakukan dengan membangun jalan pantai yang menghubungkan dari Teluk Bayur-Nipah-Jembatan Siti Nurbaya-Jembatan Belakang Pangeran Beach Hotel dan terus sampai ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Jalan dan jembatan ini menyusur sepanjang pantai di Kota Padang, untuk mendukung pariwisata dan management traffic di kota ini. Dengan adanya jalur baru ini, maka Teluk Bayur sebagai pelabuhan laut dan BIM pelabuhan udara, akan terhubung dengan tiga jalur.

“Yakni, jalur Padang-Bypass, jalan dalam kota melalui Jalan Sudirman, Khatib Sulaiman hingga Tabing. Kemudian jalan menyusur pantai tadi,” terangnya.

Jalur Padang-Bypass menurutnya dapat dijadikan pusat bisnis. Jalur dalam kota dijadikan pusat perkantoran dan perdagangan. Sedangkan jalur menyusur pantai dapat dijadikan sebagai kawasan wisata.

Sementara, Kawasan Gunung Padang juga dapat dijadikan wisata geopark dengan Pantai Air Manis sebagai wisata air. Untuk kawasan Pantai Padang hingga menuju ke Kampus Bung Hatta di kawasan Ulak Karang, juga dapat dikembangkan menjadi pusat wisata kuliner dan souvenir. Sedangkan dari jembatan di kawasan Tabing sampai ke BIM inilah yang bisa dikembangkan menjadi Waterfront City. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional