Menu

Padang Buka Peluang Investasi Pabrik Ban

  Dibaca : 118 kali
Padang Buka Peluang Investasi Pabrik Ban
Ilustrasi

BANDAR GEREJA, METRO – Kota Padang dikatakan berpeluang menjadi kota industri. Untuk itu, Pemko Padang membuka seluas-luasnya keran investasi untuk membangun pabrik di ibukota Sumbar ini.

“Kita mengundang investor-investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Padang, kita persilahkan. Semua perizinan akan kita permudah,” sebut Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah usai menjadi Keynote Speaker dalam acara Padang Economic Conference (PEC) 2019 yang digelar di Inna Muara Hotel Padang, Kamis (14/3).

Menurutnya, salah satu pabrik yang berpeluang untuk dibangun di Padang adalah pabrik ban dan komoditas yang berbahan baku semen. Sebab, Padang dan beberapa daerah di Sumbar adalah penghasil karet. Bahkan karet dari Sumbar di ekspor ke luar.

“Dengan dibukanya pabrik ban, maka akan mendekatkan antara pabrik dengan bahan bakunya. Dan ban tersebut bisa dipasarkan di seluruh daerah Indonesia,” tukasnya.

Mahyeldi menambahkan, begitu juga dengan pabrik tiang listrik berbahan baku semen. Sebab Semen Padang ada di Padang, maka industri komoditas berbahan semen seperti tiang listrik atau paving blok bisa tumbuh dan berkembang di Padang.

“Jadi kita persilahkan bagi yang ingin menanamkan modal dengan membuat pabrik ban di Kota Padang, silahkan. Karena ban ini adalah kebutuhan harian,” tegas Mahyeldi didampingi kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang.

Dalam iven PEC 2019 tersebut juga dihadiri sejumlah pakar ekonomi dari berbagai perguruan tinggi. Seperti yang diketahui, PEC 2019 merupakan iven pertama yang diselenggarakan Kota Padang, dengan tema utama The Future of Padang 2025. Tema ini sengaja diusung dengan maksud agar Kota Padang bersiap-siap menjadi kota yang layak huni dan peningkatan ekonomi serta, menjadi international city.

Lebih lanjut dijelaskan Mahyeldi, PEC 2019 akan diskenariokan menjadi iven tetap Pemko Padang dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Tergantung dengan kondisi ekonomi regional dan internasional pada skala waktu tertentu. Dengan demikian, Kota Padang akan selalu memiliki stok ide dan gagasan yang akan diaktualisasikan dalam rencana kerja tahunan Pemko.

“Kita berharap seluruh peserta PEC 2019 secara aktif memberikan ide, gagasan kritikan, inovasi terhadap wajah ekonomi Kota Padang, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” imbuh Mahyeldi.

Mahyeldi juga menambahkan, PEC 2019 juga menyelenggaran panel untuk generasi milenial dalam bentuk Innovation Paper Contest (IPC). IPC menjadi ajang generasi milenial untuk menyampaikan gagasan, ide, masukkan, saran dan bahkan kritikan untuk Pemko Padang. Reviewer IPC merupakan pakar dari Universitas Andalas, UNP, Politeknik Negeri Padang dan Birokrat.

Adapun pembicara PEC 2019, antara lain; Roy Ferguson (Duta Besar New Zealand), Prof Dato’ Sri Alex Ong (Ketua Pengarah Malindo Business & Cultural Center/MBCC Asia), Candra Negara (Direktur Hubungan Antar Lembaga Luar Negeri Bekraf RI), Prof Elfindri (Dosen Universitas Andalas), Prof Sjafrizal (Dosen Universitas Andalas), Deddy S Hadi (Dubes RI untuk Qatar 2011), serta pembicara lainnya dari Kementerian, pengusaha, birokrat dan akademisi. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional