Menu

Padang Berada di Zona Kuning

  Dibaca : 105 kali
Padang Berada di Zona Kuning
Jasman Rizal

SUDIRMAN, METRO
Minggu ke-42 pandemi Covid-19 di Sumbar, Kota Padang telah memasuki zona kuning (risiko rendah). Hal ini berdasarkan update zonasi kabupaten kota di Sumbar terkait pandemi Covid-19, periode 27 Desember 2020 – 2 Januari 2021.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, dengan sudah berada di status zona kuning, ini merupakan kemajuan yang luar biasa bagi Kota Padang.

“Sebelumnya Kota Padang selama lebih dari enam bulan menjadi daerah yang berzonasi oranye dan bahkan pernah berada pada zona merah beberapa pekan. Hal ini menunjukkan pengelolaan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang telah berada pada jalur yang benar dan penangganannya tepat sasaran,” ujar Jasman, Minggu (27/12).

Jasman menambahkan, selain Padang (skor 2,44), masih ada delapan kabupaten/kota lainnya yang juga berada di zona kuning/risiko rendah (skor 2,41-3,0). Yaitu, Dharmasraya (skor 2,58), Bukittinggi (skor 2,55), Payakumbuh (skor 2,48), Pariaman (skor 2,46), Kepulauan Mentawai (skor 2,43), Pasaman (skor 2,43), Sawahlunto (skor 2,42), dan Pasaman Barat (skor 2,42)

“Sijunjuang dan Payakumbuh mengalami peningkatan yang signifikan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 pandemi di Sumbar. Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya,” tukas Jasman.

Sementara itu terang Jasman, ada 10 kabupaten/kota yang berada di zona orange (skor 1,81 – 2,40). Yaitu, Tanahdatar (skor 2,39), Kota Solok (skor 2,34), Agam (skor 2,30), Limapuluh Kota (skor 2,28), Pesisir Selatan (skor 2,27), Padangpariaman (skor 2,25), Kabupaten Solok (skor 2,24), Padangpanjang (skor 2,17), Sijunjuang (skor 2,13), dan Solok Selatan (skor 2,09).

“Yang paling rendah skornya itu adalah Solok Selatan. Padahal sebelumnya Solok Selatan selalu berada pada posisi terbaik (skor tertinggi) dalam penanganan Covid-19 di Sumbar,” bebernya.

Sebaiknya terang Jasman, Solok Selatan kembali melakukan test PCR secara masif kepada semua stakeholder kemasyarakatan. “Kita harapkan semua kabupaten dan kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sample kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan Covid-19 dapat lebih baik lagi,” tegasnya.

Kemudian kata Jasman, untuk zona merah/risiko tinggi (skor 0 – 1,8) dan zona hijau di Sumbar tidak ada. Adanya pembagian status zonasi ini ungkapnya, berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-42 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar.

Jasman menjelaskan, 15 indikator kesehatan masyarakat tersebut terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Rinciannya kata Jasman yaitu, penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).

Kemudian, penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), dan penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).

Berikutnya sebut Jasman, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan angka kematian per 100.000 penduduk, jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi, dan jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu.

Kemudian katanya, positivity rate kurang dari 5% dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19. Dan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19.

“Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-42 ini, diminta kabupaten kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” pinta Jasman. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional