Menu

PAD Perpakiran Diduga Alami Kebocoran

  Dibaca : 84 kali
PAD Perpakiran Diduga Alami Kebocoran

PARIAMAN, METRO – Pesta budaya tabuik telah selesai dilaksanakan Pemko Pariaman. Namun, Walikota Pariaman H Genius Umar Pendapatan Asli daerah (PAD) dari sektor perparkiran masih tergolong kurang.

“Padahal setiap tahun sektor parkir bisa mencapai ratusan juta, tapi karena masih ada dugaan kebocoran PAD dari perpakiran masih kurang. Kita akan terus benahi untuk pengelolaan lebih baik ke depan dalam persoalan parkir ini,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar, kemarin.

Namun demikian, ia butuh dukungan semua pihak agar persoalan parkiran ini menjadi PAD yang bisa diandalakan Pemko untuk meningkatkan pembangunan di Kota Pariaman yang lebih baik ke depannya.

Selama ini pendapatan daerah dari sektor parkir hanya Rp50 juta per tahun, padahal melihat banyaknya titik-titik parkir yang bisa dikelola harusnya PAD sektor parkir bisa mencapai Rp750 juta per tahun.

Dikatakan, besarnya potensi PAD sektor parkir bisa dilihat dari banyaknya agenda pariwisata yang dilaksanakan di Kota Pariaman, dan setiap evenselalu ramai menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Bahkan pada libur lebaran 2019 tercatat setiap harinya ribuan wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Pariaman, ditambah adanya Pesona Hoyak Tabuik yang pengunjungnya diperkirakan mencapai ratusan ribu wisatawan.

“Meskipun banyak even pariwisata, namun pemasukan daerah di sektor parkir tetap saja tidak meningkat, ini ada apa kalau bukan ada kebocoran. Kita  meminta dinas terkait untuk mencari bocornya di mana, dan segera benahi agar PADsektor parkir bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Memaksimalkan potensi pajak tidak saja dengan meningkatkan SDM, namun juga memperbaiki manajemen disertai penggunaan teknologi.

“Ketika saya tanya kepala dinas terkait berapa mampu realisasinya tahun ini, ternyata mampunya hanya Rp350 juta,” paparnya

Padahal jelasnya, ada puluhan even yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pariaman setiap tahunnya yang bertujuanuntuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Di antaranya Pariaman Bakicau, Pemilihan Duta Wisata, Buru Babi Wisata, Festival Sala Luak,Pariaman Expo, Festival Pesona Gandoriah, Pesona Hoyak Tabuik, dan Pariaman Triathlon.”Semua evenini selalu sukses yang dibuktikan dengan ramainya pengunjung,” ulasnya.

Untuk membangun Pariaman, kata dia, saat ini tidak bisa hanya mengandalkanAPBD yang jumlahnya minim hanya Rp700 miliar. Jelas jumlah ini tidak akan mencukupi untuk mendanai pembangunan di daerah itu.

Salah satu upaya yang dilakukan Kota Pariaman dalam membangun adalah dengan singkronisasi program dengan pemerintah pusat.

“Salah satunya Pasar Pariaman yang mendapat bantuan dari pusat,” ujarnya.

Selain itu juga ada bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan Waterfront City atau konsep pengembangan daerah tepi air senilai Rp9 miliar.

“Sebenarnya bantuan itu Rp25 miliar, namun kemampuan perencanaan hanya Rp9 miliar,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional