Close

PAD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Pariwisata Dipastikan tak Tercapai

Nengsih

LIMAPULUH KOTA, METRO–Tiga bulan waktu tersisa di tahun 2021, Pendatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lima Puluh Kota, masih jauh panggang dari api. Mengingat, dari target PAD sebesar 3,5 Milyar untuk tahun 2021 hingga Agustus baru terealisasi Rp 784 juta rupiah.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Lima Puluh Kota, Nengsih, menyebut sulit untuk bisa mencapai target PAD dari Pariwisata 3,5 M dengan waktu yang tersisa. Sampai Agustus 2021 jumlah kunjungan baru mencapai 156.800 orang dari jumlah target 701.632 orang. Minimnya, angka jumlah kunjungang dipengaruhi ba­nyak vaktor, tapi yang pa­ling besar adalah vaktor mewabahnya virus corona hingga hari ini.

Bahkan disampaikan Nengsih, beberapa lama objekwisata Lembah Ha­rau ditutup. Dan saat bo­leh dibuka, jumlah kunjungan juga dibatasi dan ha­rus mematuhi protokol kesehatan. Kemudian, juga adanya PPKM di tempat atau daerah asal wi­satawan seperti Riau dan Padang.

“Target PAD kita dari Pariwisata Lembah Harau 3,5 M. Dengan target kunjungan 701.632 orang. Dan sampai Agustus 2021 kemarin capaian terget baru 784 juta dengan jumlah kunjungan 156.800 orang. Dengan waktu yang tinggal Tiga bulan, sulit untuk mencapai target. Banyak vaktor terutama wabah virus corona yang mengharuskan objekwisata kita tutup,” ungkap Nengsih, saat ditanya wartawan di kantornya, Rabu (29/9).

Nengsih menyebut, se­belum adanya wabah virus corona, capaian target PAD dari Pariwisata paling tinggi 1,8 miliar. “Sebelumnya, saat belum adanya wabah virus corona, pa­ling tinggi capaian PAD dari objekwisata Harau baru sampai 1,8 Miliar,” sebut Nengsih yang baru saja menemani Pokdarwis Sa­rugo menerima penghargaan juara 1 Apresiasi Pokdarwis 2021 tingkat Sumbar di Hotel Grand Zuri, Padang.

Dia menyebut, kunju­ngan wisatawan regional maupun lokal yang paling banyak berkunjung kelembah Harau dari provinsi tetangga seperti Riau. Kemudian, jumlan kunjungan wisatawan lokal paling banyak dari Kota Padang. Namun, sejak pendemi virus corona objekwisata di tutup. Kemudian saat ini juga ada PPKM di Riau maupun Padang.

Saat ini sebutnya, untuk Dinas Priwisata Pemuda dan Olahraga terus berbenah untuk menghadirkan inovasi menarik bagi pengunjung. Selain itu, juga akan hadir sistim elektronok untuk masuk objekwisata Lembah Ha­rau. Kehadiran sistem elektronik nanti disamping mempermudah pengunjung juga sebagai bentuk antisipasi pungli dan ke­bocoran pendapatan.

“Kita bekerja sama dengan Bank Nagari untuk menghadirkan sistim elektronik untuk masuk objekwisata lembah harau. Kita sudah lounching, tapi akan diterapkan insyaAlloh sebelum akhir tahun ini. Dan jika bawah virus corona sudah mulai mereda, kita sudah siap menyambut pengunjung,” harapnya situasi segera pulih dan membaik. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top