Menu

PAD Anjlok, Kunjungan Wisatawan Minus 83 Persen

  Dibaca : 298 kali
PAD Anjlok, Kunjungan Wisatawan Minus 83 Persen
Desmon Corina, Kadisparpora Kota Payakumbuh

NGALAUINDAH, METRO
Jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara sepanjang tahun 2020 ke-Payakumbuh mengalami penurunan siknifikan bahkan minus 83 persen. Kondisi ini berdampak kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata di Kota Payakumbuh yang tidak mencapai sesuai target 1,4 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Desmon Corina, menyebut bahwa penuruan jumlah kunjungan ini terjadi akibat pendemi covid-19. Sehingga, sejak Maret 2020 dengan diumumkannya covid-19 di Indonesia, maka sejumlah kebijakan terjadi, termasuk untuk menutup objekwisata agar tidak menjadi klaster penularan virus corona di tempat wisata.

“Secara siknifikan jumlah kunjungan kita minus 83 peren dan provinsi minus 82 persen. Dan memang ini disebabkan dampak dari wabah covid-19 yang mengharuskan tempat-tempat wisata ditutup. Untuk pendapatan daerah dari pariwisata kita dari target tahun 2020 sebesar 1,4 miliar, hanya tercapai sekitar 300-400 juta atau lebih kurang 25 persen,” sebut Kadisparpora Kota Payakumbuh, Desmon Corina, Rabu (10/3) kepada wartawan di kantornya kawasan Ngalau Indah, Jalan Sukarno Hatta.

Disampaikan Desmon Corina yang baru beberapa bulan terakhir ini menjawat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, untuk tahun 2021 ini target PAD dari sektor pariwisata kembali seperti tahun 2020 yakni sebesar 1,4 miliar. Meski, berat untuk direalisasikan di tengah pendemi, namun dirinya tetap optimis bila sewaktu-waktu nanti ada perubahan atau kelongaran regulasi terkait kunjungan keobjekwisata.

“Kalau situasinya seperti ini masih covid-19 jumlah target 1,4 miliar pada tahun 2021 ini memang besar, tapi kalau saat normal jumlah target itu biasa. Kita berharap ada kelonggaran regulasi terhadap aturan kunjungan,” sebut perempuan yang ramah kepada awak media ini.

Desmon Corina, masih terus berupaya menggenjot pendapatan dimasa pendemi, tanpa melanggar protokol kesehatan covid-19. Dimana, masuk objekwisata wajib pakai masker, cuci tangan di air mengalir dan jaga jarak serta mengedepankan wisata bebas covid-19 dengan menaati terkait aturan kesehatan bagi pengunjung.

“Kita berharap ada kelonggaran regulasi soal aturan kunjungan. Kita yakin, wisatawan sangat banyak yang hendak berlibur di objekwsiata kita, baik di Ngalau Indah, Kolom Renang dan Panorama Ampangan. Terbukti kemarin diakhir tahun, banyak wisatawan dari berbagai daerah di Sumbar dan Riau yang datang, tetapi karena ada himbauan untuk menutup objekwisata, sehingga pengunjung langsung putar balik,” sebutnya.

Diakuinya, untuk saat ini wisatawan yang banyak berwisata di berbagai tempat objekwisata Kota Payakumbuh berasal dari berbagai kabupaten kota di Sumbar dan Riau. Berada di perlintasan atau gerbang masuk Sumbar dari arah Riau, kini Payakumbuh tidak hanya di lalui. “Wisatawan yang datang masih dominan dari Sumbar dan Riau. Sedangkan untuk mancanegara sejak covid-19 ini tidak ada, karena negara memperketat kunjungan dari luar negeri,” sebutnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional