Menu

Pabrik PRC Hadir di Teluk Bayur, Ratusan Tenaga Kerja Diserap Perusahaan

  Dibaca : 2579 kali
Pabrik PRC Hadir di Teluk Bayur, Ratusan Tenaga Kerja Diserap Perusahaan
BERKUNJUNG— Wali Kota Padang,Mahyeldi Ansharullah foto bersama dengan segenap pimpinan PT Padang Raya Cakrawala ( Apical Group) serta Forkompida Kota Padang saat berkunjung ke perusahaan tersebut.

PADANG, METRO
Hadirnya PT Padang Raya Cakrawala (Apical Group), perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit Crude Palm Oil (CPO) yang terletak di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang, diperkirakan akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi sektor industri. Selain itu, juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Padang.

Humas PT Padang Raya Cakrawala (PRC), Dody Saputra mengatakan, dengan hadirnya pabrik CPO ini diharapkan bisa memberikan multiplier effect khususnya penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat. “Sekitar 130 orang yang telah kita serap untuk perusahaan Apical Group. Belum lagi nanti akan untuk pekerja kuras tangki CPO ada 100 orang pekerja yang dibutuhkan,” kata Dody, Sabtu (6/7).

Dody menambahkan, kalau tidak aral melintang, perusahaan ini akan diresmikan sekitar Agustus 2020. “Mudah-mudahan tidak ada kendala. Kalau perizinan sudah clear semua. Terima kasih atas kunjungan langsung bapak Wali Kota Padang dan unsur Forkompida ke pabrik PRC,” katanya.

Ia menjelaskan, di pabrik PCR ini juga direncanakan akan diproduksi minyak goreng kemasan. Selain itu, untuk komoditas CPO untuk pangsa ekspor lebih diutamakan.

“Kalau untuk CPO kita akan ekspor pakai kapal. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan masih diperuntukkan untuk kebutuhan lokal, untuk mereknya nanti kita rilis, kejutan dengan kualitas yang terbaik harga yang terjangkau tentunya,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat meninjau pembangunan pabrik industri di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur memberikan apresiasi kepada PT PRC yang telah membangun sebuah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit CPO di Teluk Bayur.

“Pemko Padang mendorong hadirnya suasana kondusif di kawasan industri di Teluk Bayur. Industri penyumbang ekonomi terbesar, seperti industri perdagangan kemudian industri informasi komunikasi, dan industri pariwisata,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan, pentingnya membangun dan pengembangan industri sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kemudian terang Mahyeldi, sektor industri memberikan dampak multiplier effect yang sangat besar dari sisi tenaga kerjanya. Makanya, Pemko Padang sangat mendorong industri di kawasan Teluk Bayur ini lebih kondusif.

“Kita lihat pihak Pelindo sendiri sudah melangkah lebih jauh membuat akses jalan di kawasan industri di Teluk Bayur. Pemerintah kecamatan pun sudah bergerak pula untuk mendukung kawasan industri itu. Sehingga industri di Padang bisa bergerak lebih baik. Dengan hadirnya industri lebih banyak di Padang, menjadi bagian dalam perencanaan dan pengembangan kota ke depannya,” ucapnya.

Mahyeldi mengungkapkan, ke depan Pemko Padang membuka pintu selebar-lebarnya untuk hadirnya industri. Tahun 2018 sudah dimulai ground breaking PT Padang Raya Cakrawa Investasi sebesar Rp1,6 triliun di Teluk bayur untuk pengolahan minyak kelapa sawit.

Disamping itu terang Mahyeldi, dengan beroperasinya industri pengolahan CPO oleh PT Padang Raya Cakrawala di Teluk Bayur, tentu sangat banyak membutuhkan air bersih, tidak boleh terputus. Untuk itu, diharapkan kepada PDAM Kota Padang menyiapkan segala sesuatunya kebutuhan air untuk industri ini.

“Selain itu, untuk energi listrik bagian sangat vital bagi industri besar. Diharapkan kepada PLN memberikan jaminan di kawasan industry terkait ketersedian listrik. Sehingga energi listrik adalah pendukung faktor utama terportek secara baik di kawasan industri di Teluk Bayur,” tandasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional