Menu

Organ Tunggal Seronok Meresahkan Warga Padang

  Dibaca : 403 kali
Organ Tunggal Seronok Meresahkan Warga Padang
Salah satu penampilan organ yang dinilai seronok di Kota Padang.

SAWAHAN, METRO--Ketua Komisi IV DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa menyayangkan lengahnya Pemko Padang, tokoh masyarakat dan warga terhadap maraknya organ tunggal mesum. Apalagi saat Sabtu malam atau malam Minggu, hampir di tiap titik keramaian organ-organ seronok ini tampil amat bebas.

”Kemarin saya keliling Padang, hampir di setiap sudut kota, bahkan juga di pusat kota, ramai organ ini. Bahkan, yang menonton tidak hanya orang tua saja, tapi juga remaja dan anak-anak. Tak jarang juga mereka (anak-anak dan remaja, red) turut serta bergoyang dengan artis berpakaian seronok,” kata ketua DPC PPP Padang ini, Minggu (26/8).

Dari penelusuran Esa yang bakal maju sebagai calon anggota DPRD Sumbar ini, kebanyakan alat-alat dan artis organ berasal dari luar Kota Padang. Dia mengharapkan, Pemko Padang melalui Pol PP Padang di-back up Polresta Padang merazia ajang-ajang seperti ini. Karena bisa merusak atau meracuni kehidupan kota, terutama remaja dan anak-anak.

”Kami kerap mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas ini. Apalagi, mereka bisa ‘manggung’ bebas sampai jam 3 atau menjelang Subuh. Saya secara pribadi dan juga keluarga juga merasa terganggu dan resah dengan peristiwa ini,” kata anggota DPRD Padang 3 periode ini.

Esa—sapaan Maidestal mengharapkan, Pol PP Padang segera membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan ini. Selain itu, anggota Trantib di Kelurahan juga bisa dikerahkan untuk merazia. “Kalau perlu bubarkan karena sudah mengganggu ketertiban umum. Tidak itu saja, juga bisa dipidanakan karena sudah meresahkan,” kata Esa.

Kepada Wali Kota Padang, Esa berharap, juga segera turun ke lapangan bersama tim kerjanya. Dia melihat, ada unsur pengawasan yang lemah akhir-akhir ini. Sehingga organ-organ mesum ini kian marak dan seperti dibiarkan. ”Jangan sampai kebablasan. Kita tidak ingin kota ini kembali ditimpa musibah karena ulah oknum-oknum ini,” katanya.

Esa membandingkan dengan kinerja Pemko Padang yang sangat baik dalam penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hari ini, hampir semua iklan atau reklame rokok di 11 kecamatan di Kota Padang hilang. Hal ini karena getol dan seriusnya unsur Pemko Padang menerapkan aturan.

“Sedangkan iklan-iklan rokok saja bisa hanya dengan menurunkan Perwako Padang mendampingi Perda KTR. Kalau perlu untuk organ-organ ini juga diterbitkan Perwakonya, seperti Perbup di Padangpariaman. Karena, kebijakan yang baik yang dikeluarkan Wali Kota, tentu akan didukung bersama,” sebut Esa.

Terakhir, Esa mengharapkan, semua masyarakat agar melaporkan langsung ke Pol PP atau Polisi, jika mendapati organ-organ yang meresahkan dan mengganggu malam hari mereka. ”Kalau kita membiarkan, tentu mereka akan seenaknya saja menggelar acara sampai pagi,” katanya. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional