Menu

Orderan Sepi, Tukang Jahit Alih Profesi

  Dibaca : 310 kali
Orderan Sepi, Tukang Jahit Alih Profesi
JAHIT—Terlihat seorang tukang jahit bernama Ismen sedang menjahit APD untuk dijual kepada masyarakat.

PARIAMAN, METRO
Meski sepi orderan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam Kota Pariaman beralih membuat Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan covid 19. APD tersebut adalah pesanan dari konsumen dari desa desa di Kota Pariaman.

“Biasanya kita menerima orderan menjahit baju sekolah yang ada di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, namun semenjak beberapa bulan yang lalu, dirinya tidak menerima lagi pemesanan baju sekolah, karena itu kita beralih membuat APD ini,” kata Ismed salah seorang tukang jahit pakaian di Kota Pariaman, kemarin.

Apalagi katanya, sejak mulai mewabahnya virus corona, banyak pelanggan yang sudah tidak memberi orderan lagi. “Alhamdulillah, sekarang ada yang memesan orderan APD untuk saya kerjakan,” ujarnya.

Katanya, ia mengerjakan 20 unit APD dan pesanan 500 masker kain, dimana untuk masker kain ini dipesan oleh pihak Desa. “Ada teman yang memberi orderan untuk membuat 20 APD, sedangkan untuk masker kain, dapat pesanan sebanyak 500 buah dari Desa Taluak,” ujarnya.

“Biasanya setiap hari, dari awal mengukur, menggunting sampai menjahit, dari pagi sampai malam, bisa selesai 4 unit APD setiap harinya, dan pesanan ini akan diambil pada hari Rabu mendatang, dan sekarang sudah hampir selesai,” ungkapnya.

Saat ini dirinya mengatakan mempunyai 1 unit mesin jahit bantuan dari Dinas Perindagkop & UKM Kota Pariaman, untuk mengejar target pesanan APD ini, dirinya menyewa 2 unit mesin lagi, dengan biaya 100 ribu per bulan, dan apabila rusak diperbaiki sendiri.

Dirinya berharap agar Dinas Perindagkop & UKM Kota Pariaman, dapat memberi bantuan kembali mesin jahit yang sangat dibutuhkanya saat ini.

“Semoga Dinas Perindagkop & UKM mendengar keluhan kami UKM yang terdampak dari virus corona ini, dan kami juga berharap, bencana virus corona ini agar dapat segera berlalu, sehingga dirinya beserta keluarga dapat  menerima pesanan menjahit kembali,” tuturnya.

“Setelah pesanan ini, saya sendiri juga masih belum tahu akan melakukan apa lagi, karena belum ada lagi pemesanan selanjutnya. Saya harap pemerintah dapat memberi orderan lainya, dimana hasil dari pesanan saat ini, hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga hanya sampai akhir April ini,” tutupnya mengakhiri.
a
Simed dan istri tercatat sebagai warga Dusun Pasa Ilalang, Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, yang mana dirinya juga tercatat sebagai salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kota Pariaman. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional