Close

Orasi Ilmiah di Hadapan Wisudawan UIN Imam Bonjol Padang, Sutan Riska: Jadikan Tokoh Minangkabau sebagai Teladan

ORASI ILMIAH— Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat memberikan Orasi Ilmiah pada Wisuda mahasiswa/i S1, S2, dan S3 UIN IB Padang angkatan 88 2022.

DHARMASRAYA, METRO–Universitas Islam Ne­geri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar prosesi wisuda angkatan ke 88 dengan melepas 1.524 wi­su­dawan, dalam kesempatan itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dipercaya memberikan Orasi Ilmiah, di hadapan ribuan wisu­daw­an/i di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus UIN Imam Bonjol Padang, Lubuk Lintah, Sabtu (19/11).

Dalam orasi tersebut Sutan Riska menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan, karena hari ketika semua perjuangan dan kerja keras dituntaskan.  “Inilah hari ketika doa kita di-ijabah, begitu juga doa ayah dan ibu kita. Ta­hajud ayah dan ibu kita yang dalam hening malam mendoakan anak-anaknya selamat dan berhasil. Keberhasilan hari ini bukanlah keberhasilan satu o­rang, tapi keberhasilan yang didukung oleh ba­nyak tangan dan doa yang mungkin tak terlihat”, tutur Sutan Riska.  Dalam ke­sempatan itu mengungkapkan kebanggaan kepada Tuanku Imam Bonjol, nama yang diabadikan sebagai UIN saat ini. Menurut Sutan Riska, Tuanku Imam Bonjol merupakan tokoh Minangkabau yang luar biasa.

Sutan Riska menjelaskan bahwa Tuanku Imam Bonjol yang datang membawa perubahan, mengajak kebaikan, dan mencegah keburukan di tempatnya. Dari Tuanku Imam Bonjol kita belajar tentang komitmen melaksanakan “ammar ma’ruf nahi mun­kar”, secara bersungguh-sungguh demi masyarakat yang lebih baik. Bahkan keyakinan itu ia harus tebus dengan kebebasan dan nyawanya. “Bawalah spirit ini menjadi agen perubahan, seperti Imam Bonjol di manapun Anda akan ber­kiprah setelah ini. Ijazah dan ilmu yang kalian dapat dari proses di kampus ini adalah mandat dan amanat untuk menebarkan kebaikan dan membuat perubahan demi masyarakat yang lebih baik. Pada ting­kat yang kecil sekalipun. Siapa tahu nanti setelah ini ada yang jadi Bupati se­perti saya, Gubernur, Menteri, bahkan Presiden, ma­ka mandat dan amanat itu akan yang dipikul akan jauh lebih besar lagi,” kata Bupati Sutan Riska yang juga Ketua Umum APKASI ter­sebut.

Selain itu, lanjut Sutan Riska, bahwa Imam Bonjol adalah  nama tokoh Minangkabau yang menghiasi sejarah Indonesia. Wa­kil Presiden Bung Hatta, Perdana Menteri Sjahrir, Menteri Luar Negeri dan diplomat ulung Haji Agus Salim. Bahkan tokoh pe­mikir yang sempat dipinggirkan dalam catatan sejarah nasional, seperti Tan Malaka dan Syafruddin Prawiranegara.

”Mereka dikenal sebagai pembelajar yang tekun. Tak jarang belajar otodidak, seperti Haji Agus Salim yang menguasai empat bahasa dan menjadi juru bicara yang fasih dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui jalur diplomasi, “ ungkap Sutan Riska dalam orasi ilmiahnya.

Selain pembelajar yang tekun, lanjutnya tokoh-tokoh Minangkabau tersebut adalah komunikator yang ulung, baik secara lisan maupun tulisan. Sepanjang hayatnya, Bung Hatta telah menghasilkan tak kurang dari 700 karya tulisan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Belanda. “Artinya apa? Sebagai orang Minang kita punya modal sebagai pembelajar dan komunikator. Dua hal yang sangat penting untuk berkiprah dunia yang ma­kin kompleks. Tapi harus dua-duanya. Jangan komunikatornya saja ulung tapi malas belajar. Nanti hanya jadi pembicara di lapau atau warung kopi,” tegas Bupati Dharmasraya dua periode itu.  Bupati Sutan Riska juga berpesan agar modal budaya sebagai pem­belajar dan komunikator harus kita transformasikan menjadi kompetensi dalam mengarungi dunia yang sarat dengan teknologi digital. Pelajarilah keterampilan-keterampilan yang akan menunjang kompetensi akademis di dunia digital nanti. Kuasailah fitur-fitur yang ada di teknologi digital. Jadilah pemenang dan pengendali teknologi digital, bukan sekadar pengguna dan pa­sar konsumen teknologi. Apapun jurusan yang pilih, kuasailah teknologi sebagai penunjang kompetensi. Apalagi teknologi kini semakin murah dan tersedia.

”Dengan memahami modal budaya sebagai pem­belajar yang tekun, komunikator yang ulung, serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Maka jalan menuju sukses akan terbuka lebar. Saya doakan para wisu­dawan hari ini akan menjadi orang yang sukses di bidangnya, menjadi teladan dalam menegakkan “amar ma’ruf nahi mu­n­kar”. Dan menebarkan kebaikan di manapun Anda berkiprah. Dan setelah sukses, jangan lupa ditengok kembali almamater tercinta kita, untuk kita bangun bersama agar bisa ber­kembang lebih baik lagi. Selamat jalan, semoga Allah SWT melin­dungi kita semua,” pung­kasnya.

Rektor UIN Imam Bonjol Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu. “Ka­mi mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang telah melewati proses pembelajaran di kampus dengan baik,” ujarnya.

Ia mengharapkan wisu­dawan yang sudah beralih status menjadi alumnus UIN bisa memanfaatkan ilmu yang didapat di bang­ku kuliah untuk mengabdi kepada masyarakat. Ada­pun, dalam wisuda kali ini UIN melepas 1.524 wisu­dawan yang terdiri dari 142 wisudawan dari Fakultas Adab dan Humaniora, sebanyak 175 wisudawan dari Fakultas Dakwan dan Ilmu Komunikasi, dan 242 wisu­dawan dari Fakultas Eko­nomi dan Bisnis Islam.

Kemudian, sebanyak 252 wisudawan dari Fakultas Syariah, 374 wisu­da­wan dari Fakultas Tarbiyah dam Keguruan, 224 wisu­dawan dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama serta sebanyak 115 wisu­dawan Pascasarjana untuk studi magister dan doktor. Prosesi wisuda ke 88 UIN Imam Bonjol dilakukan secara offline atau tatap mu­ka. Dalam wisuda kali ini, UIN mengundang Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan untuk memberikan motivasi kepada wisudawan.(gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top