Menu

Orang Minang Rasional, Tidak Mudah Terprovokasi

  Dibaca : 142 kali
Orang Minang Rasional, Tidak Mudah Terprovokasi
Prof Ganefri, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatra Barat

PADANG, METRO
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatra Barat, Prof Ganefri mengatakan, banyaknya informasi-informasi liar yang beredar di media sosial yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena itu jangan sampai terpancing dan terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

“Negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang multi kultural, multi etnis, multi agama, mari kita bersatu dengan tetap menghargai perbedaan. Masyarakat kita himbau untuk tidak ikut terprovokasi oleh informasi-informasi yang justru mengarah pada perpecahan,” ujar Ganefri, Sabtu, (19/11).

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) dua periode ini juga mengajak semua masyarakat agar tetap bersatu di tengah perbedaan dan menjaga kebersamaan serta memperkuat silaturahmi.

“Mari kita jaga Negara Kesatuan Republik ini, kita bersatu di tengah perbedaan dan jaga kebersamaan,” ajak Ganefri.

Ganefri juga menghimbau mengajak semua pihak untuk terus mawas diri, apalagi di tengah pendemi 19 covid yang terus masih mewabah di Negeri Indonesia. “Patuhi protokol kesehatan, jaga jarak dan hindari kerumunan- kerumunan. Selalu memakai masker kemana dan dimanapun berada,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinann Daerah (DPD) Persatuan Tarbiyah Islamiyah -Perti Sumatra Barat(Sumbar) Prof Dr H Sufyarma Marsyidin MPd juga menyikapi munculnya berbagai polemik sosial yang dinilai bisa memecah belah bangsa di saat negara sedang fokus dalam pengendalian Covid-19.

Menurutnya, mayarakat minang adalah mayarakat yang rasional, tidak akan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada saat ini. Sumatera Barat memiliki krakteristik atau ciri has tersendiri. Sehingga isu-isu tersebut sangat diyakini tidak akan mudah memancing emosi masyarakat Sumbar.

Selain itu, masyarakat Sumbar juga memiliki nilai kultur budaya yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebuah pakem yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau.

Meski demikian, Sufyarma Marsyidin tetap manghimbau agar masyarakat Sumbar tidak mau terprofokasi dengan isu-isu myang emecah belah bangsa tersebut. Karena itu hanya akan membenturkan antara satu dengan yang lain.

Kemudian, dalam menjaga keutuhan bangsaan dan negara, yang terpenting masyarakat harus menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI Bhinneka, Tunggal Ika. “Kita tidak boleh keluar dari yang empat ini, karena itu sudah harga mati,” pungkasnya.

Ketua Halalah Zikir H Boy Lestari Datuk Palindih yang juga Ketua DPD Perjuangan Bravo Lima Sumbar itu juga menyampaikan, lebih banyak mudarat daripada manfaatnya kerumunan masa tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

“Jika kumpulan massa menyebabkan semakin menyebarnya virus Corona, maka sama halnya kita tidak menyayangi orang lain, sementara Islam ini ada untuk Rahmat sekalian alam,” ungkap H. Boy Lestari. (hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional