Close

Optimalkan Pemanfaatan Platform Digital, BPJS Kesehatan Berperan Aktif Tanggulangi Covid-19

LOMBA—Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021, Kamis (28/10) dirangkaikan dengan kegiatan webinar mengangkat tema “Peran BPJS Kesehatan Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19”.

PADANG, METRO–Meksipun berbagai pem­batasan masyarakat dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Namun tidak menghalangi pelayanan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).  Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti meng­ung­kapkan, selama pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan ikut berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Pada awal pandemi Co­vid-19, memang terjadi penurunan pemanfaatan layanan kesehatan di Fasi­litas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Namun pemanfaatan menunjukkan tren kenaikan.

“Tetapi sepanjang ma­sa pandemi Covid-19 terjadi 9,3 juta pelayanan ter­konsultasi di FKTP,” terang Ghufron dalam acara Media Workshop BPJS Kesehatan, Kamis (28/10).

BPJS Kesehatan dalam pelayanannya di masa pan­demi Covid-19 juga mengoptimalkan pemanfaatan berbagai platform digital di masa pandemi Covid-19. Selain penggu­naan aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga me­nyediakan berbagai kanal layanan administrasi peserta tanpa tatap muka.

Antara lain, Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa), layanan Chika, dan juga BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 atau yang terbaru 165.

“Juga ada pelayanan kesehatan berbasis tek­nologi berupa telekonsultasi antara dokter di FKTP dengan peserta dan telemedicine antara fasilitas kesehatan (faskes). Sudah lebih dari 9,3 juta telekonsultasi yang telah dimanfaatkan,” kata Ghufron.

BPJS Kesehatan dan rumah sakit providernya juga mengembangkan display ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk memberikan kepastian pelayanan. Inovasi lainnya, yakni antrean online yang terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN dan faskes untuk memberikan kepastian layanan dan mengu­rangi antrean selama di faskes.

“Ini tentu memerlukan kerja sama yang baik de­ngan faskes. Di mana untuk antrean online ini su­dah diterapkan di sekitar 79,2% fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 95% rumah sakit,” ungkapnya.

“Yang menarik, kita bisa tahu di beberapa fas­kes itu kira-kira akan diberikan pelayanan jam berapa dan nomor antreannya jam berapa. Jadi peserta bisa memperkirakan kapan akan datang ke faskes. Selain itu, 47% rumah sakit juga sudah menyediakan display informasi jadwal operasi,” terangnya.

Ghufron menambahkan, dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan juga melakukan verifikasi terhadap klaim pelayanan kesehatan akibat Covid-19 di rumah sakit. Dukungan BPJS Kesehatan juga dibe­rikan dalam rangka penjaminan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19, yaitu kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi Covid-19

Kemudian untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menjadi salah satu game changer dalam pe­ngendalian pandemic. BPJS Kesehatan juga memberikan dukungan sumber data dalam penyusunan target masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19.

Selain itu, memberikan informasi pencatatan pe­laksanaan vaksinasi Co­vid-19 yang meliputi registrasi, screening hingga dokumentasi pelaporan me­lalui aplikasi P-Care Vaksinasi.

Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 dirangkaikan dengan kegiatan webinar mengangkat tema “Peran BPJS Kesehatan Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19”.  Webinar melibatkan tiga narasumber yakni Di­rektur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dan Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid meng­ungkapkan, bentuk dukung­an BPJS Kesehatan selama pandemi Covid-19, salah satunya melakukan pengelolaan administrasi kla­im.

Selain itu, juga ada tata kelola data dan dokumen klaim dari rumah sakit pe­layanan Covid-19 dan kla­im KIPI. Kemudian melakukan verifikasi klaim pela­yanan pasien Covid-19 dari rumah sakit yang melakukan pelayanan Covid-19 dan klaim KIPI. “Bukan cuma itu juga termasuk melakukan koordinasi de­ngan Kementerian Kesehatan proses pembayaran klaim pelayanan kesehatan pasien Covid-19. Dan Klaim KIPI serta melaporkan hasil proses verifikasi, berupa berita acara hasil verifikasi kepada Kemen­terian Kesehatan,” terang­nya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top