Menu

Operasi Yustisi Tim Gabungan, Puluhan Warga tak Bermasker Disanksi

  Dibaca : 173 kali
Operasi Yustisi Tim Gabungan, Puluhan Warga tak Bermasker Disanksi
BERSIHKAN FASUM— Tim gabungan melakukan Operasi Yustisi di Pasar Bandar Buat, Rabu (23/9). Bagi warga yang tak bermasker, disanksi membersihkan fasilitas umum (fasum).

TAN MALAKA, METRO
Pemko Padang terus gencarkan sosialisasi hingga penindakan bagi warga yang masih melanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Perwako Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru, Rabu (23/9). Hal tersebut dilakukan Pemko Padang guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Padang.

Tim Gabungan Operasi Yustisi yang terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri dan SK4 Pemko Padang, sibuk mengingatkan warga agar membiasakan diri setiap keluar rumah untuk bisa mengunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan mengunakan pengeras suara.

“Tidak ada kata untuk lelah melawan pandemi ini, petugas gabungan akan terus melakukan sosialisasi Perda AKB kepada masyarakat, bagi mereka yang melanggar Perwako Nomor 49 Tahun 2020 kita berikan tindakan berupa membersihkan tempat-tempat fasilitas umum. Seperti taman kota, trotoar, gorong -gorong, jalan serta drainase,” ujar Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi.

Ia menambahkan, Operasi Yustisi ini akan terus dilakukan setiap hari oleh tim gabungan di Kota Padang. “Kita setiap hari akan melakukan Operasi Yustisi. Untuk hari ini (kemarin) kegiatan kita lakukan di arah timur, tepatnya di Pasar Bandar Buat. Sebab selama dua hari kita lakukan di wilayah utara, tempat dan lokasi bisa saja berpindah-pindah dan bisa saja menetap,” tandasnya.

Dalam Operasi Yustisi kemarin terang Alfiadi, sebanyak 56 orang yang terdata tidak menggunakan masker diberi sanksi membersihkan fasilitas umum. “Membersihkan fasilitas umum hanya sebagai efek jera bagi masyarakat kita yang masih enggan menggunakan masker saat keluar rumah,” tukasnya.

Ia berharap, masyarakat benar-benar bisa membudayakan memakai masker sebagai pakaian setiap hari. Ia juga berharap, agar bukan karena perwako atau perda yang membuat masyarakat menggunakan masker, tetapi karena masyarakat memang benar-benar peduli akan pentingnya kesehatan.

“Selain itu, kita juga berharap nantinya jangan sampai masyarakat Kota Padang terkena sanksi kurungan, jika Perda AKB benar-benar sudah berkekuatan hukum nantinya,” ujar mantan kepala Bapenda Padang ini.

Anggota Komisi I DPRD Padang, Jumadi meminta kepada Satpol PP agar menindak secara tegas warga yang melanggar dan jangan tebang pilih dalam hal itu. Selanjutnya, dalam operasi yang digelar, lokasinya harus menyeluruh dan jangan di pasar saja. Namun kantor dan area wisata atau kuliner juga dilakukan, agar virus benar-benar tak menyebar dan Padang kembali normal. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional