Close

Operasi Yustisi Jaring 24 Pelanggar Prokes di Kabupaten Agam

PELANGGAR PROKES— Puluhan warga yang terjaring Operasi Yustisi tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Satpol PP dikenakan sanksi sosial menyapu jalan.

AGAM, METRO–Operasi yustisi penegakan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terus bergulir di Kabupaten Agam. Tim gabungan dilaporkan kembali menjaring puluhan pelanggar protokol kesehatan (Prokes), Selasa (28/9).

Kali ini, Satgas Operasi Yustisi Kabupaten Agam menyasar titik keramaian pasar dan sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan di Kecamatan Tilatang Kamang.

“Kami temukan masih banyak warga yang me­ngabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas di pasar, seperti tidak me­ngenakan masker. Mereka yang kedapatan melanggar langsung ditindak,” kata Koordinator Operasi Yustisi, Rinaldi.

Tim gabungan yang turun dalam operasi lanjutnya, melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Agam, TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan Agam beserta pihak kecamatan yang berhasil menjaring 24 pelanggar prokes.

“Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan terutama tidak memakai masker lang­sung ditindak dan diberi sanksi sosial yaitu membersihkan fasilitas umum atau denda sebanyak Rp100 ri­bu,” jelas Rinaldi.

Dijelaskan Rinaldi., dari 24 orang yang kedapatan melanggar prokes, seba­nyak 19 orang menjalankan sanksi sosial, sedangkan lima orang lainnya memilih membayar denda.

Rinaldi berharap, deng­an dilaksanakannya operasi ini, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Plus memberikan efek jera.

“Penerapan Perda Sumbar nomor 6 tahun 2020 tentang AKB menuntut ma­syarakat mematuhi prokes. Jika tidak, baik perorangan maupun pemilik usaha/ke­giatan, maka akan diberi sanksi, dan denda bahkan dipidana,” ujar Rinaldi. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top