Menu

Operasi Tim Gabungan Satpol PP dan Damkar Sumbar, Amankan Empat Pasangan Ilegal

  Dibaca : 701 kali
Operasi Tim Gabungan Satpol PP dan Damkar Sumbar, Amankan Empat Pasangan Ilegal
IDENTIFIKASI—Tiim gabungan Satpol PP dan Damkar Sumbar beserta Satpol PP Pasaman melakukan identifikasi terhadap 4 pasangan ilegal yang terjaring di penginapan di Lubuksikaping.

PADANG, METRO
Walaupun, selama ini disibukan dengan penanganan dan penanggulangan wabah non alam Covid-19, namun Satpol PP dan Damkar Sumbar tidak mengabaikan tugas pokok dan pungsinya (Tupoksi) dalam pencegahan dan pemberantasan maksiat. Pencegahan dan pemberantasan maksiat ini sesuai dengan amanah Perda No 11/2001. Hal ini ditindaklanjuti Satpol PP dan Damkar Sumbar melakukan operasi penyakit masyarakat ke Kabupaten Pasaman, Sabtu malam (12/12).

Dalam operasi razia penyakit masyarakat tersebut Saptol PP dan Damkar Sumbar melibatkan penegak Perda tuan rumah Satpol PP Kabupaten Pasaman di bawah komanda Sekretarisnya Asrial SH. Dalam operasi tersebut Satpol PP menyasar kafe dan beberapa penginapan di Lubuk Sikaping Pasaman.

“Dalam operasi pencegahan dan pemberantasan maksiat bersama Satpol PP Pasaman tersebut kita mengamankan 4 pasang pasangan ilegal,” ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Sumbar Dedy Diantolani SSos MM didampingi Kabid TUTM Ade Pratama dan Kabid PPUD Ferdinal, Senin (14/12).

Dikatakan Dedy, kegiatan operasi gabungan pemberantasan maksiat di Kabupaten Pasaman melibatkan personel Satpol PP dan Damkar Provinsi Sumbar sebanyak 30 org..Operasi ini dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Perudangan Undangan PPUD Ferdinal SSTP) dan Kabid Trantibum dan Tranmas (TUTM) Ade Pratama SSTP MM. Sedangkan, jajaran Satpol PP Pasaman melibatkan sebanyak 20 orang..Malam itu kegiatan operasi ini menyasar di beberapa cafe yang ada di wilayah Rao dan beberapa penginapan di Lubuksikaping.

Sedangkan, tiga gabungan menyasar 2 unit kafe di Rao, satu penginapan di Panti dan 1 penginapan Lubuk Sikaping. Dari operasi Pekat yang berlansung hingga dinihari tersebut tim gabungan Satpol PP Sumbar dan Pasaman menjaring 4 orang pasangan ilegal. Mereka terjaring di kafe dan di beberapa penginapan yang ada di Lubuksikaping. Selanjutnya, mereka diamankan ke Kantor Satpol PP Pasaman untuk dilakukan identifikasi terhadap keempat pasangan illegal yang terjaring tersebut.

Terhadap keempat pasangan illegal tersebut dilakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan hitam di atas putih. Kemudian, untuk pengemblainak kepada orang tua mereka masing-masing, mareka harus dijemput oleh keluarga mereka.

“Kita kepada orang tua keempat pasangan illegal yang terjaring di Pasaman tersebut agar orangtua untuk melakukan pembinaan di dalam keluarga mereka, jangan sampai terjaring untuk kedua kalinya,” ujar Dedy.

Dikatakan Dedy, operasi pencegahan dan pemberantasa maksiat selama tahun 2020, memang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya kawantitasnya, karena terkendala wabh Covid-19. Selain dana operasi Satpol PP dan Damkar Sumbar banyak dialihkan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Dikatakan Dedy, maksiat adalah setiap tindakan yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial kemasyarakatan dan melanggar norma-norma agama dan adat, baik yang telah diatur Peraturan Perundang-undangan.

Perzinaan adalah hubungan seksual di luar ikatan pernikahan, baik dilakukan dengan suka sama suka, maupun secara paksa oleh salah satu pihak dengan adanya pemberian atau janji pemberian, baik dilakukan oleh yang berlainan jenis kelarnin atau sarna.

Perjudian adalah segala tindakan atau perbuatan untuk rnendapatkan keuntungan bergantung pada peruntungan belaka atau segala permainan dengan memakai uang dan/atau benda dan/atau sejenisnya sebagai taruhan atau menjanjikan mengadakan taruhan baik berupa uang dan atau benda dan/atau sejenisnya, termasuk pembelian kupon untuk mendapatkan atau memenangkan suatu permainan;

Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol dan/atau segala jenis minurnan yang dapat memabukkan sehingga mengganggu metabolisme tubuh dan mengganggu akal sehat.

Narkotika dan Psikotropika dan zat adiktif lainnya adalah zat atau obat yang berasal dan tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sehagaimana terlampir dalam Undang-undang No.5/1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang No.22/1997 tentang Narkotika. Penerbitan dan penyiaran yang merangsang untuk berbuat maksiat adalah penerbitan dan penyiaran yang menyajikan cerita, gambar, poster dan siaran berbentuk porno dan pornografi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan adat. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional