Menu

Operasi Patuh Singgalang, Disiplin Warga terhadap Prokes Diutamakan

  Dibaca : 155 kali
Operasi Patuh Singgalang, Disiplin Warga terhadap Prokes Diutamakan
DIAMANKAN—Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan di antara kendaraan roda dua yang diamankan aparat polisi saat OPS 2020.

PADANG, METRO
Hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang (OPS) 2020 yang dilaksanakan jajaran Satuan lalu lintas (Satlantas) Polresta Padang tetap mengedepankan sikap persuasif dan humanis, Selasa (28/7). Terutama dengan orientasi mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Meskipun demikian tindakan penilangan tetap diberlakukan bagi pengendara yang melanggar 8 prioritas penilangan yang diberlakukan.

“Total hingga hari ini, 714 berkas tilang telah di layangkan kepada pelanggar 8 prioritas yang kami berlakukan dalam Ops Patuh Singgalang 2020 ini,” ujar Kasatlantas Polresta Padang AKP Syukur Hendri Saputra.

Disebutkan, berkas tilang yang dilayangkan didominasi pengendara motor tidak memakai helm dengan total 247 berkas tilang. “Selanjutnya pengendara motor yang berbonceng tiga sebanyak 3 berkas tilang, knalpot racing 18 berkas, tidak memakai sabuk pengaman 8, melawan arus 122, menggunakan HP saat berkendara 1 berkas, kelebihan muatan 6,  dan pelanggaran lainnya 309,” papar AKP Syukur.

Dari rincian tersebut, sebanyak 299 Surat Izin mengemudi (SIM), 339 surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan 76 kendaraan bermotor dilakukan penahanan. “Kesemuanya bisa diambil kembali apabila telah melengkapi syarat yang harus dipenuhi pelanggar,” terang AKP Syukur.

Seperti diketahui sebelumnya, selama dua pekan, terhitung Kamis (23/7) hingga Rabu (5/8) polisi menggelar Operasi Patuh Singgalang.  Dalam Operasi Patuh 2020, yang menjadi sasaran pendisiplinan masyarakat dalam berkendaraan bermotor di jalan raya. Meski OPS 2020 dilakukan di tengah pandemi virus corona, pengemudi kendaraan bermotor baik itu mobil yang melanggar lalu lintas, tetap akan dikenakan tilang.

Kasat Lantas Polresta Padang AKP Sukur Hendri Saputra menjelaskan, tindakan hukum yang dikedepankan ialah persuasif dan humanis dengan orientasi mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. “Serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas,” kata AKP Syukur.

Ada 8 jenis pelanggaran yang menjadi prioritas yang akan menjadi sasaran dalam operasi patuh seperti tidak mengunakan helem, bonceng 3, knalpot racing, tidak mengunakan sabut pengaman, melawan arus, mengunakan HP saat berkendara, kelebihan muatan dan over dimensi. Setiap personel akan melakukan patroli di tempat yang dianggap rawan pelanggaran, jika ada ditemukan langsung diberhentikan dan ditanya surat surat kendaraanya.

“Jika bersalah melakukan pelanggaran, langsung diakukan penilangan, kita tidak main-main yang namanya pelanggaran,  jadi kami mengimbau kepada para masyarakat atau pengendara jalan supaya melengkapi surat-surat kendaraan dan patuhilah peraturan berlalu lintas,“ ujarnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional