Menu

Operasi Patuh Singgalang 2019 PAM Divre II SB, Terobos Palang Pintu KA Ditilang

  Dibaca : 101 kali
Operasi Patuh Singgalang 2019 PAM Divre II SB, Terobos Palang Pintu KA Ditilang
PERIKSA—Tim PAM Divre II Sumbar saat melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang menerobos palang pintu perlintasan firman akhmadi/posmetro )

PADANG, METRO – Pada hari terakir Operasi Patuh Singgalang 2019 yang ditabuh sejak 14 hari lalu, tim Pengamanan (PAM) Divre II Sumbar, Rabu (11/9) mengelar operasi patuh Singgalang 2019 yang bertepatan dengan HUT PT KAI (persero) pada 28 September ke 74 .

Operasi yang melibatkan jajaran Satlantas Polresta Padang ini menyasar pada empat titik pelangaran perlintasan kereta api. Empat titik itu masing masing perlintasan Alai, jalan Teuku Umar, Alai Jalan KH Ahmad Dahlan atau depan Asrama Polri, Tabing dan Lubukbuaya.

“Di kawasan palang perlintasan Tabing, tim PAM Divre II Sumbar berhasil menilang satu pengendara kendaraan roda dua. Pengendara menerobos palang pintu. Ini sangat berbahaya sekali, untuk keselamatan dirinya dan orang lain” tegas Menager Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar AKBP Jefri Indra Jaya kepada POSMETRO.

Dikatakan Jefri Indrajaya, tim PAM Divre II Sumbar dan Satlantas Polresta Padang juga mendapatkan seorang pengendara kendaraan roda dua tanpa dilengkapi surat surat. Oleh tim kendaraan terpaksa diamnkan ke Mapolresta Padang untuk ditindaklanjuti.

Padahal sebut Jefri Indrajaya, melewati perlintasan kereta api atau menerobos terdapat dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 dan sanksinya termaktub dalam Pasal 296 dengan bunyi Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain. Mendahulukan kereta api dan. memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Sementara pada Pasal 296 dijelasksan setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

Kedepan kita harapkan kepada masuyarakat pengguna jalan atau yang mengendarai kendaraan untuk mengedepankan kaselamatan.” Patuhi aturan yang berlaku. Jika aturan sudah dilaksanakan dengan benar, maka angka kecelakaan jelas akan bias ditekan,” tegas Jafri Indrajaya. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional