Menu

Operasi Lilin, 63 Pos Disebar di Wilayah Sumbar, Polda Kerahkan 3.173 Personel

  Dibaca : 119 kali
Operasi Lilin, 63 Pos Disebar di Wilayah Sumbar, Polda Kerahkan 3.173 Personel
PAPARKAN— Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto memaparkan potensi kerawanan yang harus diantisipasi untuk mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru.

PADANG, METRO
Polda Sumbar mengerahkan ribuan personel pada pelaksanaan Operasi Lilin Singgalang yang ditugaskan untuk memberikan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Personel itu akan ditempatkan di 63 pos yang tersebar di wilayah Sumbar.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, ada lima potensi kerawanan yang menjadi atensi Polri dalam menghadapi perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang harus diantisipasi dengan tujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat Sumbar.

“Pertama, Aksi Terorisme yang masih atau menjadi salah satu kerawanan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja serta dapat menyerang siapa saja terutama di tempat ibadah dan pusat-pusat keramaian,” kata Irjen Pol Toni Harmanto saat Rakor Lintas Sektoral di Mapolda Sumbar, Selasa (15/12).

Kedua, dikatakan Irjen, gangguan Kamtibmas yang timbul dari akumulasi masalah kompleks yang berasal dari aspek kehidupan masyarakat antara lain aspek sosial, budaya, agama, ekonomi, politik dan lain sebagainya.

“Ketiga, kondisi Kamseltibcar lantas sehingga memerlukan kesiapan dalam hal kondisi jalan, marka jalan, hingga rute alternatif. Keempat, potensi kejahatan konvensional yang dapat bertambah seiring dengan meningkatnya aktifitas dan kegiatan masyarakat Sumbar di hari libur nanti,” jelas Irjen Pol Toni.

Irjen Pol Toni menambahkan, kelima, kesiapan instansi terkait dalam menyonsong Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di wilayah Sumbar seperti stok BBM, kesiapan pelayanan kesehatan.

“Selain itu, kesiapan transportasi massa hingga ketersediaan bahan-bahan pokok bagi masyarakat, pengelolaan tempat wisata, kesiapan dan kemampuan daya tampung hotel dan penginapan serta kesiapan tanggap darurat dalam hal menghadapi ancaman bencana alam,” ujar Irjen Pol Toni.

Irjen Pol Toni menuturkan, dengan memperhatikan kondisi dan fakta-fakta saat ini serta prediksi kerawanan, marilah kita optimalkan pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral ini sehingga dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang akan muncul dan memberikan solusi terhadap suatu persoalan.

“Operasi Lilin Singgalang 2020 segera akan dilaksanakan dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait yang bersifat terbuka, dengan mengedepankan satgas preemtif, preventif, kamseltibcar lantas, penegakkan hukum dan bantuan operasi. Polri memerlukan kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan rasa aman, nyaman serta untuk mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang dapat muncul menjadi gangguan kamtibmas,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, dalam operasi yang berlangsung selama 15 hari tersebut, pihaknya akan mengerahkan ribuan personel dari Polda dan Polres sejajaran.

“Operasi Lilin Singgalang 2020 akan dimulai dari tanggal 21 Desember 2020 hingga 04 Januari 2021, dengan personel yang dilibatkan sebanyak 3.173 personel,” kata Kombes Pol Satake Bayu, Selasa (15/12) usai Rakor Lintas Sektoral di Mapolda Sumbar.

Dikatakan Kombes Pol Satake Bayu, selama Operasi berlangsung pihaknya mendirikan sebanyak 63 buah pos, terdiri dari 38 Pos Pengamanan, 24 Pos Pelayanan dan satu Pos Terpadu yang terletak di kawasan wisata Jam Gadang kota Bukittinggi.

“Selain melibatkan personel Polri, operasi ini juga mengikutsertakan jajaran TNI serta instansi terkait lainnya demi terciptanya kelancaran Natal dan Tahun Baru,” sebutnya.

Kombes Pol Satake juga menegaskan, lantaran dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menikmati hari libur dengan berkunjung tempat objek wisata di wilayah Sumbar untuk selalu mengikuti protokol kesehatan (prokes).

“Kami imbau untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Serta patuhi Perda Provinsi Sumbar nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. Jika melanggar akan mendapatkan sanksi sesuai Perda tersebut,” tegasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional