Menu

Operasi Ketupat Singgalang 2019, 6.227 Polisi Kawal Lalu Lintas dan Kamtibmas

  Dibaca : 51 kali
Operasi Ketupat Singgalang 2019, 6.227 Polisi Kawal Lalu Lintas dan Kamtibmas
FOTO BERSAMA— Kapolda Sumbar Fakhrizal dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno foto bersama usai melaksanakan Rakor lintas sektoral dalam pengamanan Lebaran. (IST)

PADANG, METRO – Mengantisipasi terjadinya kejahatan sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjamin kelancaran lalu lintas selama libur Idul Fitri 1440 Hijriyah, Polda Sumbar akan mendirikan 62 pos pengamanan dan 34 pos pelayanan yang disebar di semua wilayah Sumatera Barat. Pada lebaran kali ini, sebanyak 6.227 personel gabungan yang akan memfokuskan pengamanan untuk kelancaran arus lalu lintas dan antisipasi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, curat, curas, curanmor , copet, hipnotis , dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan preventif, preemtif dan represif.

Hal itu diungkapkan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan usai pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral dalam persiapan pengamanan lebaran yang dihadiri seluruh forkopimda di Mapolda Sumatera Barat, Rabu (15/5). Menurutnya ada 3 hal yang paling penting untuk diantisipasi selama libur lebaran ini.

“Untuk wilayah kita (kerawanan arus lalu lintas, kamtibmas, serta bencana alam itu yang perlu diantisipasi. Sebanyak 2/3 kekuatan juga kami libatkan dalam pengaman. Selain itu, dalam pengamanan juga akan melibatkan pihak terkait lainya,” kata Irjen Pol Fakhrizal.

Irjen Pol Fakhrizal menyebutkan pihak sudah mempersiapkan pelbagai rencana dalam pengaman arus lalu lintas dan gangguan kamtibmas menjelang serta sesudah perayaan Idul Fitri. Salah satunya dengan mendirikan 62 pos pengamanan dan 34 pos pelayanan yang nantinya semua pos itu akan ditempatkan personel gabungan.

“Perlakuan pengaman khusus dari tahun kemarin dan sekarang tidak ada, berjalan seperti biasa, karena kita sudah petakan semua dimana saja yang rawan, dan bagaimana tingkat kerawanannya. Operasi pengaman ini sudah direncanakan dan keamanan sudah dipersiapkan semaksimal mungkin,” ungkap Irjen Pol Fakhrizal.

Meski untuk gangguan kamtibmas di Sumatera Barat relatif kondusif, namun Fakhrizal menegaskan pihaknya tidak akan menafsirkan terlalu rendah. Pihaknya beserta stakeholder lainnya akan tetap waspada mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Antisipasi dilakukan dengan langkah deteksi dini terbadap kerawanan yang ada. Keamanan sampai sekarang kondusif tapi kita tidak boleh underestimate. Kita tetap waspada, mudah-mudahan sampai selesai pelaksanaan Idul Fitri kondisi tetap seperti sekarang,” tegas Fakhrizal.

Sedangkan Karo Operasional Polda Sumbar Kombes Pol Firly R. Samosir menyebutkan, titik prioritas pengamanan jalur macet seperti pasar tumpah, kendaraan parkir di badan jalan.  Kemudian tempat rawan kamtibmas, seperi terminal, stasiun bandara, SPBU, rumah sakit, pemukiman penduduk, jalan umum, industri, dan lokasi rawan bencana alam.

“Operasi ketupat dimulai pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019. Nantinya akan dilaksanakan gelar apel pasukan sebelum personel digeser ke posko-posko yang sudah ditentukan. Personel pengamanan totalnya 6227. Dari Polda Sumbar 320 personel, polres jajaran 2.939, dan instansi samping 2.968,” jelas Kombes Pol Firly.

Ditlantas Antisipasi Kemacetan Jalur Bukittinggi

Sementara itu dalam arus lalu lintas Sumatera Barat salah satu wilayah untuk jalur terpadat. Hal ini dikarenakan terdapat lima provinsi tetangga yang akan keluar masuk melintas ke Sumatera Barat saat arus mudik dan balik Idul Fitri. Seperti dari Sumatera Utara, Bengkulu, Pekanbaru, Jambi, Sumatera Selatan. Diirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Nurhandono, mengungkapkan terdapat salah satu jalur yang selalu menjadi wilayah terpadat yaitu jalan lintas menuju Bukittingi. Sebab saat arus mudik dan balik Idul Fitri volume kendaraan di jalur ini selalu meningkat.

Nurhandono memprediksi titik rawan kemacetan akan terjadi karena faktor di sepanjang jalur lintas Bukittinggi terdapat berbagi objek wisata. Apalagi, ditambah adanya pengerjaan jembatan yang sempat putus beberapa waktu lalu di kawasan Kayu Tanam serta adanya pasar tradisional di Koto Baru.

“Dinas PU di Kayu Tanaman sedang pengerjaan Jembatan permanen, informasinya H-10 lebaran sudah bisa digunakan, apabila tidak bisa digunakan maka terpaksa tetap melewati jembatan sementara (darurat). Untuk di pasar Koto Baru yang terletak di jalur utama, tahun lalu 6-7 jam Padang-Bukittingi karena pasar ini cukup membludak. Antisipasi selanjutnya rekayasa lalu lintas akan dilakukan,” kata Kombes Pol Nurhandono. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional