Menu

Operasi Darurat Asap, 32 Helikopter/Pesawat dan 22 Ribu Personel Dikerahkan

  Dibaca : 1115 kali
Operasi Darurat Asap, 32 Helikopter/Pesawat dan 22 Ribu Personel Dikerahkan
Cawagub Sumbar Audy Joinaldy menjadi pedagang sayur menyapa warga di Kototangah, Padang.
Water Bombing -- web

Pesawat warter bombing (ilustrasi)

JAKARTA, METRO–Operasi besar-besaran untuk mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan dilakukan Pemerintah Indonesia dibantu negara sahabat. Ini adalah operasi darurat asap yang terbesar dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Total 32 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk operasi udara, yaitu 21 helicopter, 7 fixed wing water bombing, dan 4 unit pesawat hujan buatan.  Dari 32 unit heli-pesawat terbang, 6 unit berasal dari bantuan Malaysia, Singapore dan Australia, baik untuk water bombing atau memandu water bombing,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Menurutnya, pada Kamis (15/10) water bombing dilakukan di 6 provinsi yaitu, Sumatera Selatan (Padang Susuka, Tulung Selapan, Indralaya, Banyuasin, Muara Kuang, Cengal, Sugihan) sebanyak 334 kali, Jambi di bagian timur dengan 10 kali, Kalteng (Tanjung Puting, Kuala Kapuas) 35 kali, Kalsel (Pulau pisau, Kuala Kapuas, Lingkar utara, Sungai Renges) 73 kali, di Kubu Raya Kalbar sebanyak 28, dan di Riau (Pelalawan, Kampar)  32 kali.

“Operasi di darat digelar dengan melibatkan 22.146 personil tim gabungan dari TNI, Polri, K/L, BPBD, Manggala Agni, relawan dan lainnya, dimana di Riau 7.563, Jambi 2.365 personil, Sumsel 3.694 personil, Kalbar 2.810 personil, Kalteng 3.445 personil dan Kalsel 2.269 personil. Begitu pula operasi penegakan hukum, pelayanan kesehatan dan sosialisasi juga digelar bersamaan,” katanya.

Dia menyebut, tidak mudah memadamkan hotspot yang terbakar massif dan luas. Apalagi di lahan gambut kering yang seringkali menyala kembali dan terbakar di bawah permukaan. “Pembakaran baru juga masih banyak dilakukan sehingga hotspot terus fluktuatif,” katanya.

Pantauan satelit Terra-Aqua pada Jumat (16-10-2015) menunjukkan hotspot di  Sumatera 769 titik yaitu  di Bengkulu 7, Jambi 97, Babel 64, Kepri 1, Lampung 38, Riau 22, Sumsel 537, Sumut 3. Sedangkan di Kalimantan 159 titik  yang tersebar di Kalbar 19, Kalsel 5, Kalteng 134, Kaltim 1. (adm)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional